Ziarah Sebagai Bekal Teladan dan Semangat Juang Walisongo

oleh
Para peserta KKN bersama Dosen Pembimbing foto bersama di depan menara Masjid Kudus usai ziarah. (dok)

SOROTNUSANTARA.COM , Kudus – Semangat juang para wali dalam menyebarkan ajaran Islam di Indonesia harus ditanamkan kepada masyarakat. Terlebih lagi mahasiswa yang masih berjiwa muda, tentu membutuh figur teladan dalam proses belajar.

Makna ziarah tersebut disampaikan Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Walisongo Semarang M Rikza Chamami kepada mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang hendak melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

“Dengan berziarah sebelum kegiatan KKN dimulai, ada spirit pemahaman sejarah dan spirit juang Walisongo yang dapat diambil. Peran Walisongo sangat besar dalam menyebarkan dakwah Islam secara damai,” kata Rikza usai berziarah bersama mahasiswa ke makam Sunan Muria dan Sunan Kudus, Sabtu (26/9/2020).

Dai muda yang juga salah satu pengajar Pondok Pesantren Al Firdaus YPMI Ngaliyan Semarang ini melanjutkan, peran Walisongo di tengah masyarakat yang patut ditiru adalah bisa memberikan solusi terbaik tanpa mengusik tradisi yang berlaku kala itu.

“Mahasiswa yang akan terjun KKN bisa meniru sosok Walisongo dalam bermasyarakat dan mencari solusi kehidupan,” ujarnya.

Para peserta KKN bersama Dosen Pembimbing foto bersama di depan menara Masjid Kudus usai ziarah. (dok)

Ia pun mengingatkan untuk melestarikan ziarah sebagai salah satu tradisi Nahdlatul Ulama (NU) dalam mengenang jasa dan mendoakan orang yang berjasa bagi masyarakat. “Nama kampus kita UIN Walisongo, jadi kalau ada kegiatan KKN diawali dengan ziarah maka wali itu sangat tepat dan bagus sekali” tegasnya.

Sementara Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Muhammad Syihabuddin mengatakan, kegiatan tersebut ia adakan juga sebagai ajang koordinasi, pengenalan dan bimbingan KKN.

“Kita koordinasi dan bimbingan KKN sekaligus ziarah Sunan Muria dan Sunan Kudus” kata Syihabuddin yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Jekulo Kudus.

Menurut Gus Syihab, demikian ia akrab dipanggil, ziarah Walisongo merupakan waktu yang tepat bagi mahasiswa untuk meminta doa kepada para wali Allah Swt agar kegiatan KKN yang akan dilaksanakan mulai awal Oktober berjalan dengan lancar dan berkah.

“Titik kumpul temu dan koordinasi KKN kelompok 19 dan 20 dilaksanakan di tempat saya, Pondok Pesantren Darul Falah Jekulo, Kudus,” pungkasnya. (arh)