,

Workshop Cyber, Upaya Ansor Genuk Persiapkan Gerakan Digital

by
Workshop Cyber Ansor Kota Semarang yang dilaksanakan oleh PAC GP Ansor Genuk.

SorotNusantara.com , Semarang – Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) ditekankan tak hanya aktif berperan di masyarakat. Lebih dari itu, Badan Otonom (Banom) pemuda Nahdlatul Ulama ini perlu beraktifitas di media sosial (Medsos).
Hal ini terbukti dengan maraknya bully yang dialamatkan pada Ansor dan Banser. Karena itu Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Genuk Masyhudi mengungkapkan niatannya melengkapi gerakan Ansor dengan membentuk tim cyber di bawah kepengurusannya.
“Ansor Banser sering di-bully di Sosmed. Kami menyadari keresahan itu, maka kami membentuk team cyber di PAC Ansor Genuk yang diawali dengan workshop cyber malam ini,” kata dia saat memberikan sambutan Workshop Cyber Ansor yang dilaksanakan PAC Kecamatan Genuk Kota Semarang di sekretariat PAC GP Ansor Genuk, Jalan Woltermonginsidi Raya, Genuk, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (25/11/2019) malam.
Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kota Semarang, Rahul Syaiful Bahri menegaskan, Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki Banom NU harus ditingkatkan, utamanya di media sosial.
“Kita sudah sangat kuat di pertempuran darat, dengan kegiatan ini mari kita tingkatkan SDM kader Ansor Banser agar lebih kuat lagi di udara,” katanya menegaskan.

Workshop Cyber Ansor Kota Semarang yang dilaksanakan oleh PAC GP Ansor Genuk.

Sementara, pengurus Cyber Ansor Jateng Dhani dalam paparannya mengatakan, dibutuhkan akselerasi merawat kader dengan literasi digital untuk mengimbangi revolusi teknologi, “Perkembangan revolusi teknologi mempengarui percepatan dan kecepatan dalam berkomunikasi, yang pada jaman dulu kita bisa mendapatkan berita setelah kejadian/peristiwa itu terjadi seminggu yang lalu,” ungkapnya.
Ia melanjutkan, setelah muncul koran (media massa) kita bisa mengetahui kejadian/peristiwa cukup satu hari setelah berita itu terjadi. Selanjutnya, perkembangan informasi melalui televisi (TV), Radio (media elektronik) yang mempercepat siaran berita hanya beberapa jam setelah kejadian/peristiwa itu terjadi.
“Dan di era sekarang melalui media sosial (media digital) kita dengan sangat mudahnya mengabarkan atau mendapatkan sebuah kabar hanya dalam hitungan detik saja,” kata dia menjelaskan.
Karena itu ia mengimbau dan mengajak para kader muda NU untuk memanfaatkan media informasi maupun sosial media secara bijaksana, “Maka dari itu mari kita tingkatkan semangat dan senantiasa istikamah untuk berjuang serta berdakwah di dunia digital ini, dan mari kita genggam dunia dengan selalu memberi warna di seluruh timeline sosial media kita” ajaknya.
Sementara, ketua Cyber Ansor Kota Semarang Dimas BP menyebut puluhan peserta tersebut merupakan kader pilihan yang diharapkan mampu mewarnai jagat sosmed, “Matur nuwun sudah mau bergerak bersama untuk turun tangan, tidak cuma urn angan. Kita semua yang ada di sini adalah kader pilihan, kader yang ditakdirkan bertemu untuk berjuang bersama di jagat maya,” tegasnya memotivasi.
Lebih lanjut ia mengingatkan, workshop merupakan ruang belajar bersama, kaderisasi yang berfungsi untuk meningkatkan sumber daya manusia. Karenanya cara dakwah bilsosmed harus dipahami dengan baik, “Sudah saatnya kader Ansor melek IT dan berani berteriak lantang aku bangga ber-Ansor,” tandasnya.
Anggota Cyber Ansor Kota Semarang Abdit menegaskan kecakapan khusus dalam membentuk tim cyber, “Syarat masuk jadi team cyber adalah mempunyai naluri serta kepekaan diri terhadap isu-isu sosial yang ada di tengah masyarakat dan mau bergerak bersama untuk melawan serta meluruskan informasi yang dipelintir (hoax) di jagat dunia maya masa kini” tandasnya. (arh)