Wapres RI Hadiri Giat Silaturahmi Kebangsaan Di Kota Bandung

by
Wapres RI Hadiri Giat Silaturahmi Kebangsaan Di Kota Bandung
Wapres RI, HM Jusuf Kalla, saat menyampaikan sambutannya di acara Silaturahmi Kebangsaan di Hotel Horison Ultima, Kota Bandung, Minggu (17/3/2019).

Bandung, sorotnusantara.com, – Wapres RI, Dr. (HC) H. Muhammad Jusuf Kalla, hadiri kegiatan Silaturahmi Kebangsaan yang dilaksanakan di Hotel Horison Ultima, Jl. Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Minggu (17/3/2019).

Turut hadir pada acara tersebut Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, serta antara lain Pemuka Agama, Komunitas, Asosiasi Profesi, para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), Ikatan Keluarga Alumni Jawa Barat Ngahiji, perguruan tinggi dan para sesepuh Jawa Barat serta tamu undangan.

Pada sambutan yang disampaikan oleh Wapres RI dalam Silaturahmi  Kebangsaan tersebut mengatakan, Jawa Barat sebagai provinsi terbesar di Indonesia, dengan jumlah penduduk mencapai 49 juta jiwa, tentu mempunyai potensi yang besar. Satu buktinya adalah industri paling banyak ada di Jabar dan menjadi kebanggaan bangsa,” ucap Wapres yang akrab disapa dengan panggilan JK.

Dibahas juga oleh Wapres, dalam situasi menghadapi Pemilu 2019 tepatnya di bulan April, pasti banyak pikiran yang berbeda dari sekian banyaknya warga Jabar, namun demikian kita harus mampu menghargai dan menerima berbagai sifat dan perbedaan, “Untuk itu, lewat silaturahmi ini, saya bertujuan mempererat persatuan dan kesatuan dengan segenap kekuatan nasional, walaupun banyak perbedaan, mari kita jadikan kekayaan dari perbedaan itu untuk menjadikan sebuah negara yang maju. Apalagi Jawa Barat dikenal sebagai barocity pemerintah, bila di Jawa Barat aman, gejolak politik apapun yang ada di kota lain seperti halnya Jakarta, pasti akan terkendalikan dan aman,” urai Wapres.

Indonesia, kata Wapres, masih lebih baik dibanding negara tetangga yang masih marak konflik saat menghadapi Pemilu, marak ledakan bom dan letusan senjata.  “Alhamdulillah, di negara kita aman dan kondusif walau marak isu lewat media, tapi harus disikapi  dengan bijak, menghargai berbagai perbedaan, lima tahun kita dengan Bapak Presiden Jokowi, kita rasa sudah banyak kemajuan, pembangunan tumbuh dengan  baik, walau tidak sempurna seutuhnya, masih ada yang harus dilanjutkan, disisi lain kita harus bersyukur dan mengakui kalau Pak Jokowi tidak punya sifat otoriter dalam menghadapi pekerjaan dan masalah,” terang Wapres.

Contoh tidak nepotisme dan intervensi lain Jokowi, diungkapkan Wapres terkait penegakan hukum di Indonesia, “Kerasnya hukum di Indonesia,  sudah menjerat sekitar 9 menteri, 19 gubernur, kurang lebih 100 anggota dewan, dan 200 bupati berproses hukum. Ada bedanya proses hukum sekarang dengan orde sebelumnya. Kalau dulu (korupsi) yang memperkaya diri sendiri yang terjerat, tapi sekarang yang memperkaya orang lain juga di hukum,” tegas Wapres.

Diakhir sambutannya, Wapres juga mengungkapkan, ia sejalan dengan Wagub Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, yang telah menyampaikan sambutannya sebelum Wapres.

“Benar, tidak ada kekuatan tanpa kebersamaan, kita harus siap beda dengan siapapun, tidak berjiwa diktator, siap beda politik, siap beda pilihan, siap beda pikiran dan siap beda dengan yang berbeda  agama, suku, ras dan antar golongan. Kita harus tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, karena Indonesia lahir dari kesepakatan para leluhur. Jika masyarakat Jabar tidak siap dengan perbedaan, maka tidak akan terwujud kebersamaan dan keberhasilan,” pesan Wapres.[Farida]