Wali Kota Semarang Sebut Penyataan Jubir Covid-19 Bikin Gaduh Masyarakat

oleh
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat memberikan sambutan (arh)

SOROTINDONESIA.COM , Semarang – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyebut juru bicara Satgas Covid-19, Prof Wiku Adisasmito membuat gaduh warga Kota Semarang. Sebab, Prof Wiku menyebut Kota Semarang di Jawa Tengah menempati posisi pertama di Indonesia dengan kasus aktif virus Corona terbanyak, yakni 2.591 kasus.

“Dia ini juru bicara kok penyataannya membikin gaduh masyarakat,” kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi dalam sambutan seremonial pembagian makser Relawan Kamtibmas Baharkam Polri di halaman Masjid Agung Semarang (MAS), Minggu (13/9/2020).

Karena itu ia minta untuk menyingkronkan data sebaran Covid-19 antara pemerintah pusat, provinsi, dengan kabupaten/kota. Memang tidak ada yang memperkirakan 2020 ini akan ada Corona, katanya, maka sampai bulan september ini masih dalam tahapan belajar mengatasi, yakni upaya mencoba mengatasi virus tersebut.

Pada kesempatan itu, Hendi juga memberikan apresiasi terhadap masyarakat dari berbagai elemen yang terib mencegah sesuai aturan protokol kesehatan. Dikatakannya, Pemkot Semarang melalui unsur TNI-POLRI harus bekerja keras dalam pembatasan kegiatan masyarakat (PKM).

“Tugasnya ngilengke (mengingatkan) warga kudu (harus) jaga jarak. Menertibkan semua tempat usaha jam 8 kudu tutup,” ujarnya.

Kendati demikian, kebijakan tersebut diakui menuai protes dari beberapa kalangan masyarakat. Makanya, menurutnya, perlu menggerakkan seluruh kekuatan masyarakat untuk saling mengingatkan, “Nah, ketemulah hal-hal yang lucu-lucu,” ucapnya.

Dijelaskan, muncul beberapa pertanyaan seperti jika tidak punya masker atau merasa pengap saat menggunakan masker.

Menurutnya, selain tertib protokol kesehatan juga perlu sosialisasi tentang aturan pakai masker yang benar, “Seperti penggunaan masker maksimal 4 jam. Ini harus terus kita ciptakan, hal-hal yang sifatnya kedisiplinan, dan edukasi kepada masyarakat supaya kemudian memutus mata rantai virus Korona itu bisa diterapkan,” terangnya. (arh)