,

Viral, Mantan Pengurus HTI Laporkan Ismail Yusanto ke Polda Metro Jaya

oleh
Ayik Heriansyah saat bertemu Habib Luthfi di Gedung Kanzus Shalawat Pekalongan (dok)

SOROTNUSANTARA.COM , Semarang – Ismail Yusanto eks Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dilaporkan ke SPKT Polda Metro Jaya, Jumat 28 Agustus 2020 oleh Heriansyah mantan Ketua DPD HTI Bangka Belitung. Laporan tersebut viral dibagikan ke beberapa grup WhatsApp setelah dibagikan di akun media sosial Ayik Heriansyah.

Menurut Heriansyah yang sekarang merupakan pengurus Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Barat, Ismail Yusanto dilaporkan karena masih menyandang jabatan Juru Bicara HTI dan hingga saat ini terus mempropagandakan khilafah ala HTI yang bertentangan dengan Pancasila dan mengancam keberlangsungan negara.

“Kami melaporkan Ismail Yusanto karena masih mengaku sebagai Jubir HTI, padahal organisasi ini sudah dibubarkan dan terlarang serta terus mempropagandakan khilafah ala HTI ke publik khususnya melalui media sosial,” kata Ayik, sapaan akrab Heriansyah saat dimintai keterangan persnya, Jumat (28/8/2020).

Sebagaimana diketahui, propaganda eks HTI menghalalkan segala cara dalam propagandanya demi merekrut massa. Terbaru, eks HTI berusaha menyesatkan generasi milenial dengan mencatut nama Peter Carey, seorang guru besar emeritus Trinity College, Oxford dalam proyek film Jejak Khilafah Nusantara.

Kendati demikian, Ayik mengaku baru sebatas memberikan klarifikasi terkait isu-isu yang dilempar eks HTI di media sosial, “Belum melaporkan kegiatan di medsos. Sementara Ismail Yusanto dulu,” kata Ayik didampingi saksi pelapor Kang Yasin dan Makmun Rasyid serta Habib Muannas Alaidid sebagai kuasa hukum pelapor.

Surat pelaporan Ayik Heriansyah ke Polda Metro Jaya yang viral di media sosial. (dok)

Menurut Habib Muannas Alaidid, Ismail Yusanto diduga melanggar UU No 16 Tahun 2017 tentang Ormas Pasal 82A Ayat (2) juncto Pasal 59 Ayat (4) Poin (b) & (c) dengan ancaman penjara seumur hidup atau 20 tahun penjara.

“Ismail Yusanto masih mengaku Jubir HTI yang sudah dibubarkan oleh Menkumham dan sudah dikuatkan oleh kasasi Mahkamah Agung, juga menyebarkan ideologi Khilafah ala HTI yang menurut putusan Pengadilan bertentangan dan melawan Pancasila, ancaman penjaranya bisa seumur hidup atau 20 tahun” kata Muannas yang juga Ketua Umum Cyber Indonesia.

Selain dengan UU No 16 Tahun 2017 tentang Ormas, Ismail Yusanto juga bisa dijerat dengan Pasal 28 Ayat (2) Juncto Pasal 45A Ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang ITE dan Pasal 169 KUHP. (arh)