The Papandayan Jazz Fest Manjakan Penikmat Musik Kota Bandung

by
The Papandayan Jazz Fest Manjakan Penikmat Musik Kota Bandung
Pembukaan resmi The Papandayan Jazz Fest 2019 ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Moh. Mirdal Akib dan didampingi oleh ibu Marcella Sapardan selaku Direktur Utama Media Hospitality dan GM The Papandayan, Bobby Renaldi, Kamis (3/10/2019). [Foto: dok.Istimewa]

BANDUNG,– The Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2019 resmi dibuka. Festival Jazz tahunan di Kota Bandung yang selalu dimeriahkan oleh kehadiran para musisi ternama tanah air dan manca negara ini, benar-benar memanjakan para penikmat musik khususnya di Kota Bandung.

Hari pertama rangkaian The Papandayan Jazz Fest 2019 pada hari, Kamis (3/10/2019), dimulai pukul setengah 2 siang di TP Stage The Papandayan dengan kegiatan Vocal Jazz Clinic oleh Prof. Tjut Nyak Deviana Daudsjah A.Mus. D., kemudian dilanjutkan penampilan dari Nadine Trio feat Agis Kania pada pukul 4 sore serta penampilan JOC feat Imelda Rosalin pada pukul 5 sore.

Lokasi venue lainnya, di Mirten Lounge, pada pukul setengah 3 sore, tampil 57Kustik yang kemudian dilanjutkan dengan penampilan MLD Jazz Project Season 4 pada pukul 4 sore. Komposisi MLD Jazz Project Season 4 ini, beranggotakan Puspallia (vocal), Timoti Hutagalung (drum), Yosua Sondakh (gitar), Hafiz Baga (bass), Noah Revevalin (piano), dan Anggi Harahap (wind & brass), mereka membawakan sejumlah lagu yang kental akan jazz. Selanjutnya pada pukul 5 sore di Mirten Lounge – The Papandayan, tampil juga grup musik jazz NonaRia.

Masih di Mirten Lounge – The Papandayan, pada pukul 6 sore tampil musisi jazz manca negara asal Belanda persembahan dari Kedutaan Kerajaan Belanda Erasmus Huis, yaitu Sanne Rambags & Under The Surface. Under The Surface merupakan trio unik yang terbentuk oleh tiga musisi dari generasi yang berbeda. Trio ini terdiri dari Joost Lijbaart (drummer), Bram Stadhouders (gitaris) dan Sanne Rambags (vokalis).

Sanne Rambags & Under The Surface di The Papandayan Jazz Fest 2019
Sanne Rambags & Under The Surface

Pindah ke venue berikutnya di HB Grill Garden – The Papandayan, para penonton yang hadir di hibur oleh penampilan dari New Friends di pukul setengah 4 sore dan Six Soul pada pukul 5 sore. Dan dilanjutkan dengan Brass Section dari Sangkuryoung.

Pukul 8 malam, opening ceremony The Papandayan Jazz Fest 2019 dibuka dengan sambutan yang disampaikan oleh Bobby Renaldy selaku General Manager The Papandayan dan oleh Moh. Mirdal Akib selaku Executive Vice President Media Group.

Pembukaan resmi The Papandayan Jazz Fest 2019 ini ditandai dengan pemukulan gong oleh Moh. Mirdal Akib dan didampingi oleh ibu Marcella Sapardan selaku Direktur Utama Media Hospitality dan Bobby Renaldi.

Opening ceremony dilanjutkan dengan penampilan dari Salamander Big Band feat Syaharani yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian Tribute kepada Benny Likumahua. Hari pertama ditutup dengan penampilan Glenn Fredly yang sudah ditunggu-tunggu oleh para penonton yang hadir.

Penampilan Glenn Fredly telah berhasil memikat ratusan penonton pada malam tadi. Di penampilan pertamanya, Glenn Fredly menyapa para penonton yang hadir dengan lagu berjudul Kau. Dari 9 (sembilan) lagu yang dibawakan oleh Glenn Fredly, mampu menghipnotis ratusan penonton yang hadir untuk tetap menikmati pertunjukan hingga selesai. Tidak hanya ikut bernyanyi, para penonton pun sibuk mengabadikan moment-moment saat idola mereka tampil diatas panggung.

Menariknya, saat intro musik lagu Akhir Cerita Cinta dimulai, penonton terlebih dahulu sudah ramai bernyanyi bersama, mendahului Glenn. Penampilan Glenn Fredly pun ditutup dengan sempurna lewat lagu Kasih Putih, sekaligus menutup seluruh penampilan di hari pertama The Papandayan Jazz Fest.

Glenn Fredly di The Papandayan Jazz Fest 2019
Glenn Fredly
The Papandayan Jazz Fest Menghadirkan Art Exhibition & Pasar Jazz

Tidak hanya musik, The Papandayan Jazz Fest 2019 juga menghadirkan Art Exhibition bekerjasama dengan TERIKAT (Himpunan Mahasiswa Kriya ITB). Mereka menampilkan aneka hasil karya seni kriya, tidak hanya itu mereka juga menampilkan live performance membuat salah satu karya seni kriya.

Selain Art Exhibition, di The Papandayan Jazz Fest 2019 ini juga menampilkan Pasar Jazz sebagai bentuk support The Papandayan kepada produk local. Ada lebih dari 15 booth UKM yang meramaikan Pasar Jazz kali ini.

Sekilas mengenai TP Jazz Fest

TP Jazz adalah program musik jazz yang didirikan oleh The Papandayan dan TP Jazz Manajemen, Program pertama TP Jazz adalah TP JAZZ WEEKEND yang diadakan setiap Jumat dan Minggu di 8:00-23:00 di mirten Lounge, The Papandayan Hotel Bandung.

Penampilan pertama diluncurkan pada tahun 2013 di The mirten Lounge. Setelah beberapa tahun menjalankan program, TP Jazz Weekend menjadi acara mingguan dan salah satu program hit di The Papandayan, pada tanggal 31 Oktober 2015, Walikota Bandung, Bapak Ridwan Kamil mengukuhkan bahwa The Papandayan Hotel merupakan “The Address of Jazz” di Bandung.

Memenuhi permintaan yang semakin meningkat dan kepentingan dari musisi dan pecinta jazz, The Papandayan, Manajemen TP Jazz dan mitra media berkolaborasi dalam melakukan festival jazz pertama yaitu, TP Jazz Bandung Festival (TPJBF) pada bulan Oktober 2015. Di tahun ke 4 The Papandayan Jazz Bandung Festival berganti nama menjadi The Papandayan Jazz Fest dan dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut.

Boilerplate MEDIA GROUP

Media Group adalah sebuah kelompok usaha yang didirikan oleh Surya Paloh, seorang tokoh politik sekaligus pengusaha yang bergerak di bidang media, perhotelan, industri makanan, pertambangan & energi serta investasi.

Harian Media Indonesia, Metro TV, Lampung Post, Medcom.id, Metrotvnews.com dan Media Indonesia.com dan beberapa perusahaan pendukung seperti IDM, dan Media Transmisi Indonesia adalah perusahaan-perusahaan media yang bernaung di Media Group. Untuk bidang perhotelan, Media Group memberikan pelayanan terbaik melalui The Media Hotel & Towers Jakarta, The Inter-Continental Bali Resort dan The Papandayan Hotel, Bandung.

Selain bisnis, Media Group juga fokus mengembangkan CSR. CSR Media Group di landasi oleh 3 pilar sebagai berikut yaitu Pendidikan, Penanggulanggan Bencana dan Kesehatan yang direpresentasikan oleh Yayasan Media Group, Yayasan Sukma & Yayasan Kick Andy.

Media Group juga menjadi pelopor di sektor industri makanan yang melayani pertambangan, sektor manufaktur, rumah sakit, kafe hingga pengolahan makanan dengan hadirnya PT Indocater dan perusahaan pendukung lainnya. Media Group juga memberikan kontribusinya untuk Indonesia melalui investasi di antaranya dalam sektor pertambangan dan energi.(*)