,

Tetap Salat Jumat, Masyarakat Butuh Bimbingan Tokoh Agama

oleh
Relawan PRIMA DMI Jateng saat melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Masjid Raudlatul Muttaqin (istimewa)

SorotNusantara.com , Semarang – Masyarakat yang religius pada umumnya membutuhkan bimbingan tokoh agama untuk aktifitas ibadah setiap harinya. Hal inilah yang melatarbelakangi banyak masjid atau musalla masih menyelenggarakan salat lima waktu secara berjamaah.

Satu diantaranya Masjid Raudlatul Muttaqin Jalan Lamper Tengah gang 12 RT 3 RW 8, Kelurahan Lamper Tengah, Semarang Selatan, Kota Semarang, Jawa Tengah yang hanya meniadakan tahlil keliling, dan mujahadah Asmaul Husna di masjid tiap Jumat malam.

Salah satu imam rawatib Masjid Raudlatul Muttaqin Yatimin mengatakan, tetap melaksanakan salat lima waktu berjamaah dan salat Jumat dengan alasan lain berada di lingkungan sehat dan jamaah lingkungan sendiri, tidak ada yang dari luar.

“Alhamdulillah lingkungan sini sehat, tidak ada jamaah dari luar, semuanya warga kita sendiri,” kata Yatimin saat diwawancarai awak media, Sabtu (18/4/2020) pagi.

Saat disinggung tentang adanya para pemudik, Yatimin menegaskan warga setempat rata-rata berwirausaha kecil-kecilan dan berjualan di warung atau toko, “Paling jauh ya ke pasar, selain itu ada yang merantau ke Jakarta tapi sudah konfirmasi tidak mudik tahun ini,” ungkapnya.

Relawan PRIMA DMI Jateng saat melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Masjid Raudlatul Muttaqin

Meski begitu, masjid yang lokasinya jauh dari jalan raya dan salat Tarawih sebanyak 20 rekaat ini akan tetap disemprot disinfektan sepekan sekali. Terlebih dengan adanya bantuan karbol dari Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Masjid Raudlatul Muttaqin merupakan salah satu masjid yang mendapat layanan penyemprotan disinfektan dari Pimpinan Wilayah (PW) Perhimpunan Remaja Masjid (PRIMA) DMI Jawa Tengah, “Kegiatan kami masih penyemprotan disinfektan dan pembagian karbol untuk masjid,” kata Ketua PW PRIMA DMI Jateng, Ahsan Fauzi

Ahsan melanjutkan, kebijakan masjid untuk melanggengkan salat berjamaah memang diluar kewenangan PRIMA DMI. Sebab, organisasi kepemudaan DMI lebih berfokus pada persoalan teknis pemberdayaan masjid dalam kegiatan sosial dan perekonomian berbasis masjid.

“Paling kita (PRIMA DMI,red) hanya mengingatkan tentang protokol kesehatan pencegahan Corona,” katanya.

Sebagaimana diketahui PRIMA DMI dalan kegiatan melawan Corona Virus Disease atau yang juga populer disebut Covid-19 mengadakan kegiatan penyemprotan disinfektan dan mendistribusikan karbol dari DMI 50.000 untuk masjid se Jawa Tengah. (arh)