,

Tetap Cinta Merah Putih, Senajan Bojoku Galak

by -216 views
Sekelompok Nella Lovers tengah berjoget bersama dalam Apel Kita Merah Putih. (ft.arh)

SorotNusantara.com , Semarang – Nella Karisma menghibur para penggemarnya dalam Apel Kebangsaan, Kita Merah Putih yang di Semarang. Tampil di panggung yang ada di depan Gedung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Nella menyapa penggemarnya dengan menggeber beberapa lagu andalannya.

Sesekali para penonton dan Nella Lovers (para fans Nella Karisma) melambaikan tangannya sembari berjoget dengan iringan musik dangdut khas ala Pantura hingga di sebuah penghujung lagu penonton mengikuti irama dan lirik lagunya,” tetep cinta, senajan bojoku galak” lantun Nella diiringi para fansnya.

Merah putih sebagai atribut utama peserta digunakan untuk ikat kepala, ada pula yang mengenakan atribut tersebut di pergelangan tangan kanannya. Apel dan dangdut Nella Karisma, pagi ini (17/3/2018) menunjukkan persatuan dan kecintaan terhadap Indonesia.

Ardia Ayu Pratiwi, dara cantik asal Pudakpayung misalkan. Saat diwawancarai menyatakan dirinya seorang Nella Lovers. “Suka Nella karena suaranya bagus, orangnya cantik,” ujar atlit pencak silat yang datang bersama temannya, Eka Nur Khotimah, warga Ungaran Barat, Kabupaten Semarang yang juga Nella Lovers.

Bisa membawa penonton ikut menari dan bernyanyi bersama,” kata peraih Juara 1 di kejuaraan Formi (Federasi Olahraga RekreasI Mayarakat Indonesia) kategori beregu putri tahun 2016

Dara yang pernah mengikuti Pemuda Championship Nasional ini berharap kegiatan tersebut bisa dilaksankan kembali. “Acaranya juga menghibur, jadi setuju dengan kegiatan semacam ini. Kita berkumpul bersama warga kota semarang dan sekitarnya dengan atribut yang sama, merah putih,” ujarnya.

Sementara, host panggung tersebut mengingatkan untuk terus menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan, mengingatkan untuk tidak mempercayai hoax dan menghindari ujaran kebencian, dan menggunakan hak pilihnya pada Pemilu yang digelar April mendatang sesuai dengan pilihan pribadi masing-masing.

Tak hanya Nella Lovers, Baidlowi, santri Pondok Pesantren Agro Nuur el Falah Pulutan Salatiga mengungkapkan hal senada. Meski tak ikut bernyanyi dan berjoget dengan Nella Lovers, ia mengaku menikmati musik dangdut. Baginya, musik merupakan media untuk bersosialisasi. “Ya seneng. Musik dangdut atau lainnya itu media mencari teman,” ujarnya.

Menikmati hidup di dunia pesantren bukan berarti melunturkan nasionalisme dan kecintaan terhadap Merah Putih dan Indonesia. Hal ini dia katakan dengan mendukung kegiatan tersebut. “Saya setuju dan senang dengan acara nasionalis yang dikemas secara modern begini,” katanya.

Sekelompok orang memanfaatkan spanduk bertuliskan “Kita Tetap Merah Putih” sebagai ekspresi nasionalisme berada diatas segala perbedaan. (ft.arh)

Hal senada dikatakan Rofika, warga Boja Kabupaten Kendal yang dalam kegiatan tersebut membawa spanduk sederhana bertuliskan “Kita Tetap Merah Putih” untuk digunakan berfoto bersama, banyak sekelompok orang yang memanfaatkannya sebagai ekspresi persatuan diatas segala macam perbedaan.

“Kalau untuk kegiatan semacam ini positif banget, ” katanha, “Makanya dengan senang hati kita mau ikut terjun langsung. Kita mendukung acara ini,” sambungnya.

Fika, sapaan akrab Rofika, berharap perbedaan yang ada bukan sebuah alasan untuk bermusuhan. “Pengennya sih jangan sampai perbedaan kita menjadikan jarak. Ayolah bareng-bareng kita dengan adanya perbedaan kita itu harus jangan jadi alasan kita saling bermusuhan, saling memecah belah,” ujarnya.

Memberikan komentar adanya slentingan acara tersebut berbau Capres tertentu, Fika mengharap adanya kebijakan diri dalam bersikap. “Tergantung kita yang menilai sih, kalau untuk saya pribadi ini acara positif yang harus didukung,” tandasnya.

Menurutnya, apel yang diadakan di Kota Semarang bisa menjadi contoh daerah lain untuk melaksanakan hal serupa. “Kalau bisa jangan hanya di Kota Semarang. Tapi di tempat lain juga harus bisa mengadakan kegiatan semacam ini. Kenapa kalau di Semarang bisa di tempat lain tidak bisa?,” pungkasnya. (arh)