Terdampak Proyek Kereta Api Cepat Jakarta – Bandung, Pangdam Siliwangi Tandatangani Perjanjian Tukar Menukar Barang Milik Negara

by
Terdampak Proyek Kereta Api Cepat Jakarta - Bandung, Pangdam Siliwangi Tandatangani Perjanjian Tukar Menukar Barang Milik Negara

BANDUNG,- Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono melaksanakan penandatanganan perjanjian pelaksanaan tukar menukar barang milik Negara tanah dan bangunan antara Kodam III/Siliwangi dengan PT. KCIC yang dilaksanakan di Hotel Arya Duta, Jalan Aceh, Kota Bandung, Jumat (5/7/2019).

Pembangunan jalan Kereta Api Cepat Jakarta – Bandung yang dikelola oleh PT KCIC, merupakan bagian dari rencana Pemerintah untuk pembangunan transportasi massal berbasis Kereta Api Cepat dengan tujuan membangun konektivitas antar kota dan antar kawasan.

Pangdam III/Siliwangi menjelaskan pada acara tersebut, “Wilayah yang terkena lintasan Kereta Api Cepat itu sepanjang 5 Km berada di sisi utara tol Purbaleunyi yang meliputi Kelurahan Cibeber, Leuwigajah, Baros dan Utama Kecamatan Cimahi Selatan,” jelasnya.

“Selain tanah milik warga, ada tanah milik TNI AD yang juga terkena dampak, yakni tanah Brigif 15/Kujang II Kodam III/Siliwangi yang luasnya 2.7 ha,” terang Pangdam.

“Tanah yang terdampak ini tidak berpengaruh kepada tugas pokok, tempatnya persis di sebelah jalan tol, jadi dipakai latihanpun tidak memungkinkan,” terang Pangdam lagi.

Karena itu, asetnya Pemerintah dalam hal ini dibawah pengawasan Kodam III/Siliwangi sehingga perijinannya harus diurus secara berjenjang dan semuanya sudah selesai, terakhir dari Kementrian Keuangan.

Diungkapkan oleh Pangdam, tanah itu dinilai oleh Tim Apraisal Tim penilai dari Kementrian Keuangan, dan kita mendapatkan ganti untung. Apabila kita naik KCIC ke Jakarta hanya 36 menit dan apabila mampir ke stasiun sekitar 46 menit.

Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor : 27 tahun 2014 tentang pengelolaan barang milik negara serta peraturan Menteri Keuangan Nomor : 164/PMK.06/2014 tentang tata cara pelaksanaan pemanfaatan barang milik negara dalam rangka penyediaan infrastruktur bahwa prinsip umum pemanfaatan barang milik negara sepanjang tidak mengganggu pemerintahan negara serta memperhatikan kepentingan Negara dan kepentingan Umum.

Pemanfaatan BMN (Barang Milik Negara) tersebut tidak boleh mengubah status kepemilikan BMN yang menjadi objek pemanfaatan dilarang dijaminkan atau digadaikan.

Kita berharap dengan ditandatangani perjanjian ini, akan mempercepat proses penyelesaian proyek pembangunan yang dilakukan oleh PT. KCIC dalam mendukung sarana transportasi massal berbasis Kereta Api Cepat.

Penandatanganan perjanjian pelaksanaan tukar menukar BMN atas sebagian tanah dan bangunan TNI AD c.q Brigif 15/Kujang II Kodam III/Siliwangi yang terkena trace Kereta Api Cepat Jakarta Bandung sesuai dengan Surat Kemenkeu RI Nomor : S-9 / MK.6/2019 tanggal 8 Januari 2019 tentang persetujuan pelaksanaan tukar menukar BMN berupa tanah dan bangunan Brigif 15/Kujang Kelurahan Baros Kecamatan Cimahi Tengah Kota Cimahi Jawa Barat kepada Kemenkeu RI.

Demikiian juga aset pengganti BMN di Kabupaten Garut Selatan dapat segera dimanfaatkan oleh TNI AD khususnya Kodam III/Siliwangi yang akan diproyeksikan sebagai daerah latihan prajurit.

Direktur PT. KCIC, Chandra Dwi Putra, menyebutkan, “Setelah 50 tahun, Kereta Api Cepat (KCIC) dan sarana lainnya akan diserahkan kepada Pemerintah RI,” sebutnya.(*)

(Pendam III/Siliwangi)