, ,

Tak Narik Ojek Sore Demi Korban Tsunami Selat Sunda   

by
Puluhan driver Gojek saat melakukan penggalangan dana bagi korban bencana tsunami Sunda dan Lampung

sorotnusantara.com , Semarang – Puluhan driver Gojek yang tergabung dalam Gojek Semarang Peduli Terhadap Sesama (Go Splits) rela tak menarik ojek di sore hari selama tiga hari. Mereka menggelar aksi kemanusiaan dengan melakukan penggalangan dana peduli korban tsunami Selat Sunda dan Lampung. Penggalangan dana terpusat di Traffic light Pahlawan-Polda Jateng.

Koordinator penggalangan dana Go Splits, Krisna Puji Aryadi menuturkan, aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian untuk membantu saudara-saudara yang menjadi korban Tsunami Selat Sunda dan Lampung. Penggalangan dana dimulai sejak kemarin, “Hari ini (kemarin, red) merupakan hari kedua, rencananya sampai Sabtu besok. Penggalangan dilakukan sore hari, mulai jam 15.30 hingga 17.30. Jadi, kita luangkan waktu 2 jam tidak narik, demi saudara kita di Banten dan Lampung,” ucap Krisna disela penggalanan dana, Jum’at (11/1/2019) sore.

Krisna menuturkan, selain Traffic light Pahlawan-Polda Jateng, komunitasnya juga melakukan aksi serupa di Jalan Pemuda dan di wilayah Tlogosari. Menurutnya dana yang telah terhimpun akan dijadikan menjadi satu. “Khusus di sini (Traffic light Pahlawan-Polda Jateng,red) di hari pertama mendapat Rp 1.026.700, hari kedua dapat 1.415.000, total Rp. 2.442.500. Biasanya kalau galang dana sebelumnya, tiap kali turun rata-rata dapat 2,5 juta hingga 3 juta. Mudah-mudahan  hari terakhir besok dapat banyak,” harapnya.

Dewan penasehat Go Splits, Sigit Prakoso menuturkan, kegiatan aksi turun galang dana untuk kemanusiaan rutin dilakukan. Sebelum ini, pernah melakukan aksi penggalangan donasi peduli banjir Gunung Kidul, Longsor Banjarnegara-Brebes, tsunami Lombok, korban banjir Mangkang dan korban kecelakan di Hanoman yang menyebabkan amputasi ibu beserta anak kecil.

“Selain peduli bencana atau musibah besar, kita juga peduli terhadap saudara sesame driver Gojek yang tengah mendapat musibah atau kesusahan, seperti sakit, rumahnya longsor dan sebagainya,” ungkapnya.

Sigit menambahkankan, komunitas  Go Splits ini terbentuk akhir Desember 2017 lalu. “Saat ini anggota yang tergabung dalam Go Splits ada 100 orang (Driver). Semoga komunitas ini, kedepan kian besar dan bisa bermanfaat dan berbuat lebih untuk sesame,” pungkasnya. (arh).