Tak disangka, Habib Alwy Ikut Diklatsar Banser

by
Habib Alwy bin Nuh al Haddad dengan semangat dan ceria saat mengikuti salah satu sesi dalam Diklatsar Banser (istimewa)

SOROTNUSANTARA.COM , KARANGANYAR – Dalam sebuah organisasi kader, sistem kaderisasi secara khusus didesain dengan sesuai pada tingkatannya. Menariknya, ketika nama seorang Habib Alwy bin Nuh al Haddad terdaftar dalam peserta pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dalam kegiatan yang dilaksanakan bersama Pendidikan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor di Balaidesa Sroyo Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar, akhir pekan lalu. Saat dimintai keterangan dengan tegas, Habib Alwy menyatakan langkahnya tersebut diikuti para habaib muda.

Suwanto S.PdI selaku ketua PC GP Ansor Kabupaten Karanganyar saat dimintai keterangan persnya mengaku tak menyangka hal tersebut bisa terjadi. Terlebih lagi, Habib Alwy justeru berharap langkahnya diikuti habaib muda.

“Habib Alwy ngendiko kalau beliau yang akan mengawali ikut Banser agar habib-habib muda khususnya di Solo raya bisa mencontoh langkah beliau,” katanya Senin, (8/7/2019) malam.

Iwan, sapaan akrabnya, menuturkan alasan Habib Alwy bertekad menjadi Banser lantaran terinspirasi dari Habib Luthfi bin Yahya, seorang tokoh sufi asal Pekalongan yang saat ini menahkodai JATMAN (Jamiyyah Ahluth Thoriqah Mu’tabaroh an Nahdliyyah, sebuah organisasi tarekat yang bernaung di bawah NU,red).

“Beliau (Habib Alwy) juga terinspirasi dari Maulana Habib Luthfi yang begitu cinta kepada Banser, dan sudah saatnya NU dan Habaib bersatu,” terangnya.

Habib Alwy bin Nuh al Haddad dengan semangat dan ceria saat mengikuti salah satu sesi dalam Diklatsar Banser (istimewa)

Perlu diketahui pula, selain Habib Alwy bin Nuh Al Haddad, dari 97 peserta Diklatsar Banser dan 22 peserta PKD Ansor terdapat pula nama-nama tokoh setempat yang turut mengikuti Diklatsar Banser, diantaranya KH. Zuhaid el Qudsy LC, M.Ud, KH. Ahmad Muhtadi M.Pdi, dan KH. Suyuti S.Pd.

Iwan mengungkapkan, KH Zuhaid merupakan seorang kiai lulusan Al Azar Kairo, Mesir yang selama ini dekat dengan Ansor-Banser. Hal inilah yang memantik niat Zuhaid untuk dapat ikut merasakan apa yang dirasakan oleh para personil Banser dalam prosesnya untuk menjadi seorang anggota.

“Beliau (Zuhaid) saat sangat dekat dengan sahabat-sahabat Ansor Banser di Karanganyar,” bebernya, “Beliau mengikuti Diklatsar Banser disamping ingin memberikan semangat kepada para sahabat lain yang ikut menjadi peserta, juga ingin merasakan apa yang dirasakan oleh sahabat-sahabat banser dalam diklat, dan ternyata beliau mengaku sangat berat ketika ingin menjadi banser,” sambungnya.

Sementara KH Ahmad Muhtadi disebut Iwan sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di kantor Kementrian Agama Kabupaten Karanganyar. “Beliau adalah Kasi Bidang Pontren Kemenag Kabupaten Karanganyar. Sebenarnya beliau dulu pernah aktif sebagai Banser tapi belum pernah merasakan Diklatsar, akhirnya beliau bisa merasakan beratnya Diklatsar di Kabupaten Karanganyar dan beliau pun mengaku bangga bisa mengikuti Diklatsar,” bebernya.

Adanya ketiga tokoh tersebut dalam peserta Diklatsar Banser, Iwan berharap minat menjadi seorang Ansor Banser diikuti pula oleh para ustadz, putra kiai dan habib muda. “Harapan saya ke depan, Diklatsar dan PKD diikuti juga oleh ustadz-ustadz muda alumni pondok pesantren, gus gus dan juga habib-habib muda, dengan demikian itu kualitas kader akan semakin meningkat dan organisasi (Ansor) akan berkembang dengan baik,” harapnya. (arh)