Sungai Cipamokolan Mulai Dikeruk

by
Sungai Cipamokolan Mulai Dikeruk

KAB. BANDUNG,- Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.IP, M.Si., membuka kegiatan pengerukan sedimentasi Sungai Cipamokolan di Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Senin (8/7/2019).

Sebelum membuka kegiatan pengerukan untuk tujuan normalisasi ini, Dansektor terlebih dahulu melihat situasi di badan dan bantaran Sungai Cipamokolan di sekitar Jembatan Baru RW 04 Desa Tegalluar. Dan sempat berkomunikasi dengan warga yang memiliki bangunan gudang yang berada di bantaran sungai dekat jembatan.

Kegiatan pembukaan pengerukan yang dimulai sekitar pukul 07.15 WIB ini, dihadiri oleh para Ketua RW, yakni dari RW 01 dan RW 03 Desa Buah Batu, serta ketua RW 04 Desa Tegalluar, elemen masyarakat, jajaran Satgas Citarum Subsektor 03/Cipamokolan, warga serta awak media.

Dansektor 21 Satgas Citarum Harum, Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.IP, M.Si., saat memberikan arahannya pada pembukaan kegiatan pengerukan Sungai Cipamokolan, Senin (8/7/2019).

Pada arahannya, Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengungkapkan apresiasinya atas inisiasi warga yang berkolaborasi dengan jajaran Satgas Citarum untuk melakukan pengerukan.

“Terimakasih atas inisiatif dan kerjasamanya, komponen masyarakat yang telah menyiapkan alat berat dan truk untuk mengangkat sedimentasi yang ada di Sungai Cipamokolan ini,” ucap Kolonel Yusep.

Dijelaskan oleh Kolonel Yusep, “Kalau menunggu alat berat dari Sektor atau Satgas, mungkin agak lama. Kita sekarang sedang mengerjakan Sungai Citepus yang panjangnya 2 Km dan kedalaman sekitar 3 meter juga, jadi disana belum tentu selesai dalam kurun waktu 2 atau 3 bulan,” jelasnya.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, kita bisa mengembalikan lebar sungai seperti dulu lagi, batasnya itu ada,” harap Kolonel Yusep sambil menunjuk tembok penahan sungai.

Kolonel Yusep pada kesempatan tersebut juga meminta, agar setelah pengangkatan sedimen dilakukan, kemudian dirapihkan kembali, supaya keindahan bantaran bisa terjaga dan dinikmati oleh seluruh masyarakat.

Diingatkan lagi oleh Kolonel Yusep, “Bantaran sungai ini juga harus bebas dari bangunan-bangunan liar, kita beri waktu satu bulan untuk pemiliknya bisa membereskan sendiri,” ujarnya.

“Ini semua kita lakukan semata-mata untuk anak cucu kita kedepannya, semoga dengan adanya kolaborasi ini, wilayah Sungai Cipamokolan menjadi lebih baik dan nyaman dan sama-sama kita jaga sebagai serambi depan rumah kita,” pungkas Kolonel Yusep pada apel tersebut.

Mirisnya, menurut informasi yang didapat sorotnusantara.com, salasatu bangunan liar yang berdiri di bantaran sungai itu adalah milik seorang yang bekerja di salasatu kantor kelurahan di wilayah Kota Bandung.

Kesempatan terpisah, Kolonel Yusep Sudrajat saat diwawancarai oleh wartawan menjelaskan, “Pagi ini tanggal 8 Juli 2019, saya membuka secara resmi normalisasi Sungai Cipamokolan yang lebar sungainya kurang lebih 40 meter dengan panjang di Sektor 21 ada empat kilometer. Normalisasi ini penting, karena memang pendangkalan dan penyempitannya sudah luar biasa disini, karena mungkin sudah lama tidak ada pengerukan sedimentasi,” jelasnya.

Saya juga bersyukur, lanjut Kolonel Yusep, keterbatasan Sektor 21 Satgas Citarum dalam hal alat berat dan transportasinya, truk. “Disini luar biasa, karena kegiatan disini adalah swadaya masyarakat, ada masyarakat Desa Buah Batu RW 01 dan RW 03 serta RW 04 Desa Tegalluar, bersama-sama berkolaborasi dengan Sektor 21 Citarum Harum Subsektor Cipamokolan, melaksanakan normalisasi, yang mana mulai dari BBM backhoe, truk, itu disediakan oleh masyarakat yang turut peduli dengan Sungai Cipamokolan ini,” terangnya.

“Saya berharap seluruh komponen masyarakat baik sipil, militer, kepolisian, bergotong royong membantu pelaksanaan kegiatan ini,” ucap Dansektor. “Semoga tidak ada hambatan apapun, ini adalah tugas negara tapi warga masyarakat yang ikut memikul tugas ini. Warga mengambil peran ini karena mereka berpikir bahwa Sungai Cipamokolan yang lebarnya sekitar 40 meter kini hanya tinggal 10 meter saja. Jadi, sekali lagi saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat, mari kita kembalikan Sungai Cipamokolan ini menjadi sungai yang dibanggakan, sungainya lebar, airnya bersih, bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar,” urainya.

Kolonel Yusep juga menekankan kembali, “Upaya pengerukan ini harus dikerjakan dengan rapi, sehingga sepanjang mata memandang Cipamokolan ini rapi. Nanti bersama-sama dengan satgas mulai menanami pohon keras di kiri dan kanan sungai,” tutupnya.

Kesempatan yang sama, Ketua RW 01 Desa Buah Batu, Asep Yuda, selaku perwakilan warga mengatakan, “Kita dari warga RW 01, RW 03, dan RW 04, yang peduli terhadap program Citarum, insya Allah, kita bekerjasama dengan Sektor 21 Satgas Citarum. Dan kami juga warga bersama dengan elemen masyarakat dari BBC sebagai wujud kontrol sosialnya terhadap program Citarum ini,” terang Asep Yuda.

“Target untuk pengerjaan pengerukan ini adalah satu bulan,” terangnya lagi, didampingi ketua RW 03, Jajang, dan Ketua RW 04, Iyus. [St]