Soroti Banjir Parah, Anggota DPR ini Minta Pompa Air Dimaksimalkan

oleh

SOROTNUSANTARA.COM , Semarang – Banjir yang melanda Kota Semarang selama empat hari ini belum usai, 10 dari 16 kecamatan yang diterjang air masih tersisa empat kecamatan yang belum surut sepenuhnya. Di antaranya di Kecamatan Tugu, Gayamsari, Semarang Utara dan Genuk.

Banjir terparah terjadi kampung nelayan, Semarang Utara, Gayamsari, dan Genuk. Ketinggian air mencapai 1,5 meter atau sedada orang dewasa, dan banjir terdalam mencapai 2 meter.

Wakil Rakyat dari Genuk, M Sodri meminta pemerintah segera mengupayakan agar air segera surut dengan mengoperasikan dan memaksimalkan kapasitas dua rumah pompa pengendali banjir di Kali Sringin Genuk dan di Kali Tenggang Gayamsari.

Anggota legislatif yang memulai karir dari aktivis kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU) ini menengarai, pompa pengendali banjir tidak beroperasi maksimal.

Disebutnya beberapa rumah pompa, di antaranya di Banjardowo yang tidak berfungsi. Sehingga air terus menggenangi pemukiman. Aktivitas masyarakat menjadi terganggu. Bahkan kekurangan bahan makanan dan air bersih.

“Baru kali ini banjirnya parah. Genangan mencapai 1,5 meter dan tidak surut hingga empat hari. Akibat pompa pengendali banjir tidak beroperasi maksimal,” tuturnya di kantor DPRD Kota Semarang, Selasa, (9/2/2021).

Sodri meminta Pemerintah Kota Semarang berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun Pemerintah Pusat. Khususnya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juwana milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang berwenang menangani masalah tersebut.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Semarang ini melanjutkan, daerah tersebut adalah kawasan hilir dari Semarang bagian timur. Sehingga air mengumpul di kawasan tersebut. Jika tidak segera ditangani, maka akan terjadi banjir besar setiap curah hujan tinggi.

Data di Pemerintah Kota Semarang menunjukkan, terdapat enam rumah pompa di kawasan Semarang bawah dekat Genuk. Yaitu rumah pompa Muara Sringin, Genuk Babon, Pasar Banjardowo, Karangroto, Muara Tenggang dan Pasar Waru. Semua pompa di rumah-rumah pompa itu berfungsi dengan baik, kecuali dua pompa di Muara Sringin yang diduga tidak beroperasi maksimal.

Tahun 2020 Menteri PUPR Basuki Hadimulyono bersama BBWS Pemali Juwana sudah mengganti lima mesin yang rusak di rumah pompa Kali Sringin. Lima pompa itu untuk mendukung Sistem Polder Kali Sringin ntuk pengendalian banjir di Semarang bagian Timur.

Sistem Polder Kali Sringin dirancang dapat menyedot air hingga 10 m3/detik atau 10 ribu liter/detik dengan lima pompa berkapasitas masing-masing 2 ribu liter/detik memompa air ke laut. (arh)