,

SMP IT PAPB Buka Pesantren Ramadhan Online 1.7

oleh
Foto: Rifqi. Pembukaan Pesantren Ramadhan SMP IT PAPB

SOROTNUSANTARA.COM , Semarang – SMP Islam Terpadu (IT) Pengajian Ahad Pagi Bersama (PAPB) Kota Semarang membuka kegiatan Ramadhan Online 1.7 di Aula Lt 3 sekolah yang terletak di Jalan Panda Pedurungan, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (12/4/2021).

Ketua Panitia Pesantren Ramadhan 1442 H SMP IT PAPB Yani Dwi Purwanti mengucap syukur atas nikmat kesempatan bertemu dengan Bulan Ramadhan. “Melalui Bulan Ramadhan 1442 H kita mengharapkan ridha ilahi dengan nenerapkan 7 nilai,” kata Yani di hadapan para guru dan siswa yang mengikuti secara online.

Dijelaskan, nilai-nilai tersebut di antaranya bertauhid, ikhlas, ukhuwah islamiyah, mandiri, luhur, sederhana, dan berwawasan luas. Adapun ragam kegiatan Ramadhan Online 1.7 berupa Jalsah Ruqyah Qur’aniyah (JRQ), Kajian Online, Obrolan Muslim Muslimah (Obras) secara live dalam bentuk talkshow untuk memotivasi para santri agar terus berprestasi, dan Hadist Ramadhan. Selain itu, juga ada kegiatan sosial Ramadhan Berbagi Berkah dalam bentuk pemberian zakat, infaq, dan sedekah bagi masyarakat yang kurang mampu, dan anak di panti asuhan.

“Kami telah mengonsep kegiatan ini secara matang. Kami harap pesantren Ramadhan 1442 H ini bisa bermanfaat dan semata-mata untuk menggapai ridho Allah,” tuturnya.

Kegiatan Ramadhan harus berjalan meski di tengah pandemi. Ramadhan di masa pandemi memang dirasa sangat beda karena pada umumnya kegiatan berubah dalam jaringan (Daring) Karena itu Kepala SMP IT PAPB, H Ramlan menuturkan rindu dengan hiruk pikuk suasana Pesantren Ramadhan. “Mari kita sambut Ramadhan ini dengan rasa tenang, senang,” ajaknya.

Menurutnya, Allah yang berhak memberikan penilaian atas apa saja yang dilakukan oleh manusia. Oleh karena itu dia berharap agar panitia Ramadhan Online 1.7 tetap fokus melakukan yang terbaik. “Mendidik anak dengan nilai-nilai Islam yang moderat,” tegasnya

Terkait kemasan dalam kajian online, Ramlan menyayangkan tidak bisa tampilnya anak didik dalam memainkan rebana maupun gamelan. “Karena pandemi ini kami masih mengajukan izin belajar tatap muka. Jadi belum bisa menampilkan siswa dalam acara online,” ujarnya.

Selain itu, gamelan sebagai alat musik tradisional yang digunakan oleh Wali Songo untuk berdakwah juga masih baru di SMP IT PAPB. “Kita baru beli terus latihan sebentar ada pandemi. Jadi belum menguasai alat musik tersebut. Mudah-mudah awal tahun pembelajaran nanti kita sudah bisa beraktifitas seperti biasa dengan New Normal agar ekstrakurikuler bisa berjalan dengan baik, termasuk belajar berdakwah dengan gamelan,” harapnya.

Sebagai penanda dibukanya pesantren online yang diikuti 386 siswa dari kelas 7-9, Ramelan meng-klik aplikasi Sistem Informasi Ramadan (SIR) yang dilaksanakan selama bulan Ramadan didampingi Widodo selaku penjamin mutu internal sekolah, Wiekaningtiyas selaku HRD, bapak/ibu guru yang hadir offline dengan protocol kesehatan yang ketat. “Bismillah, saya klik aplikasi SIR pesantren online SMP IT PAPB Semarang bertema one point seven,” pungkasnya. (rif)