Siapa Bilang WJL Tidak Perlu IPAL? Ini Hasil Sidak Dansektor 21 Satgas Citarum Ke PT Novatex Dan PT Kiatex

by
Siapa Bilang WJL Tidak Perlu IPAL? Ini Hasil Sidak Dansektor 21 Satgas Citarum Ke PT Novatex Dan PT Kiatex
Pengecekan IPAL PT Kia Textile di kawasan Kaha Group, Solokan Jeruk, oleh Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, Senin (26/11/2018). [Foto : El]

BANDUNG, sorotnusantara.com,- Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat beserta jajaran Subsektor 17/Solokan Jeruk melaksanakan kegiatan sidak (inspeksi mendadak) ke dua pabrik di kawasan Kaha Group, Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Senin (26/11/2018).

Dua pabrik yang disidak tersebut yakni PT Novatex dan PT Kia textile. Keduanya adalah pabrik yang memproduksi kain.

Sidak pertama ke PT Novatex, Dansektor 21 bertemu langsung dengan Direktur Choi Dong Ok didampingi HRD GA PT Novatex, Sriyanti. Perusahaan ini sempat lubang pembuangan limbahnya dilokalisir pertama kali oleh jajaran Satgas Subsektor 21-17 pada tanggal 29 Oktober lalu, karena membuang limbahnya tanpa melalui proses pengolahan yang maksimal.

Diantar oleh manajemen perusahaan, Dansektor 21 mengecek IPAL sederhana PT Novatex yang sedang disempurnakan.

“Novatex ini perusahaan tenun yang mempekerjakan sekitar 600 orang karyawan. Limbah yang diolah kurang lebih 700 meter kubik perhari,” ujar Dansektor 21 kepada wartawan seusai melaksanakan pengecekan IPAL.

“Meski disini WJL (Water Jet Loom), tidak ada pencelupan, namun tetap saja air olahan produksi harus dibuang dengan kondisi yang clear, karena menggunakan zat kimia. Warna limbah biasanya putih seperti air cucian beras. Olahan limbah harus keluar dengan kondisi yang bening, harus diolah dengan baik. Kita lihat sendiri pemilik perusahaan ini sudah berbenah, sudah membuat IPAL,” ucap Dansektor 21 mengapresiasi.

Pihak PT Novatex yang diwakili oleh Sriyanti saat menanggapi hasil sidak Dansektor 21 mengatakan kepada wartawan, “Kami prinsipnya mendukung program Citarum Harum, sehingga secepatnya kami tuntaskan IPAL yang sedang dikerjakan,” jawabnya.

Seusai pengecekan, kegiatan dilanjutkan dengan membuat surat pernyataan komitmen dari PT Novatex untuk segera mengolah limbahnya dengan baik.

Seusai sidak ke PT Novatex, Dansektor 21 beserta jajaran bergeser ke PT Kia Textile (Kiatex). Disini Dansektor 21 langsung melaksanakan pengecekan ke alur limbah ke IPAL yang output-nya dibuang ke aliran sungai.

Menjawab hasil pengecekannya tersebut kepada wartawan, Dansektor 21 menjelaskan, “PT Kia ini bidang usahanya sama dengan tadi PT Novatex, bergerak di penenunan, WJL, yang produksinya sekitar 25 ribu yard perhari,” jelasnya.

Limbah cairnya, lanjut Dansektor 21, 70 persen menurut keterangan pihak pabrik sudah di recycle. “30 persen limbah cairnya dibuang, sehingga yang dibuang ke lingkungan masyarakat ini yang menjadi pengawasan Satgas. Tidak boleh dibuang dalam kondisi kotor,” tegas Dansektor 21.

“Kita lihat sendiri, hasil olahan limbahnya di outlet sudah seperti ini,” kata Dansektor 21 sambil menunjukan sampel limbah dalam botol plastik yang berwarna cukup jernih namun cenderung keruh.

“Ini kita akan tuntut agar diperbaiki lagi,” tekan Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat dihadapan wartawan dan pemilik pabrik PT Kia, Choe Sang Rok. “Perusahaan ini IPAL-nya sudah ada. Kita akan pantau terus, mudah-mudahan semua pabrik yang ada disini (Kawasan Kaha Group) yang mengeluarkan limbah cair, memiliki IPAL yang dikelola dengan baik,” pungkas Dansektor 21.

Menanggapi hasil pengecekan dari Dansektor 21 ini, Direktur PT Kia textile, Choe Sang Rok mengaku akan memperbaiki lagi pengolahan limbahnya. “Ya, kita akan perbaiki lagi,” ujarnya.

Pengecekan dari Dansektor ini ke PT Kia diakhiri dengan pembuatan surat pernyataan komitmen untuk memperbaiki hasil pengolahan limbahnya. [St]