Seputar MAJT Marak Karaoke Liar, Masyarakat Protes

by
Ilustrasi : ilustrasi foto karaoke liar (istimewa)

SOROTNUSANTARA.COM , SEMARANG – Para tokoh masyarakat, pengurus takmir masjid-musalla beramai-ramai mendatangi pengurus Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Selasa (9/7/2019).

Kedatangan mereka diketahui lantaran menolak maraknya karaoke liar di sekitar MAJT. Dengan tegas mereka meminta agar MAJT dan Masjid Agung Semarang (MAS) yang memiliki banda masjid di kawasan tersebut untuk segera mengambil sikap.

Tuntutan tersebut semakin menguat lantaran Ormas Islam dan tokoh masyarakat Jawa Tengah juga mulai mendesak untuk segera ditertibkan sebelum terlambat. Secara gamblang, para tokoh masyarakat di sekitar MAJT termasuk kalangan pengurus takmir masjid dan musalla melancarkan protes, meminta aparat untuk menertibkan tempat-tempat hiburan yang cenderung untuk kemaksiatan tersebut.

Protes tersebut bukannya tanpa alasan. Sebab Masjid Agung Jawa Tengah saat ini memiliki reputasi sebagai ikon wisata religi bertaraf internasional, namun kini eksistensinya mulai dinodai oleh kehadiran belasan karaoke liar alias tidak berizin yang bermunculan di sekitar masjid.

Atas desakan tersebut, Ketua DPP MAJT Prof Dr KH Noor Achmad MA berjanji secepatnya menyampaikan aspirasi tersebut kepada Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan pihak-pihak terkait. Menurut Noor Achmad, bila keberadaan karaoke liar maupun berizin di kawasan MAJT dibiarkan, dikhawatirkan akan menimbulkan bentrok antara warga dengan pengelola usaha tersebut.

“Bila karaoke menjamur di sekitar MAJT dikhawatirkan berimbas menjadi pemicu maraknya kejahatan dan penyakit masyarakat lainnya,” tegas Noor Achmad.

Selain itu, tambahnya, keberadaan usaha karaoke bertentangan dengan Perda Kota Semarang No 5 tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Kota Semarang yang menjadikan kawasan sekitar MAJT sebagai kawasan wisata budaya Islami.

“Kami berharap penertiban segera dilakukan sebelum terlambat. Apalagi muncul isu, penghuni kawasan Lokasisasi Sunan Kuning yang mulai ditutup akan berpindah ke kawasan MAJT pula,” khawatirnya.

Ilustrasi : ilustrasi foto karaoke liar (istimewa)

Calon Anggota DPRD Kota Semarang 2019-2024, Rahmulyo Adiwibowo menegaskan, maraknya karaoke atau tempat hiburan liar yang berada di sekitaran MAJT sangat paradox dengan tujuan keberadaan MAJT. Ditegaskannya, marwah MAJT perlu dijaga sebagai pusat peradaban dan pembangunan karakter bangsa. Pemkot Semarang diminta tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tapi juga menguatkan pendidikan karakter bagi warga Kota Semarang.

Dalam pertemuan, Sekretaris DPP MAJT Drs KH Muhyiddin MAg menegaskan, visi MAJT bersama pengelola nadzir wakaf banda Masjid Agung Semarang, berupaya menjadikan kawasan kauman baru atau “Little Mecca”. Visinya tidak hanya membangun kawasan untuk tempat ibadah saja tetapi juga membangun fasilitas pendukung lainnya seperti rumah sakit Islam, hotel syariah serta pusat ekonomi syariah.

Tak hanya itu, kawasan pendidikan Islam juga akan dibangun yang saat sedang dalam proses pembebasan tanah seluas 1,1 hektar untuk pembangunan Ma’had Tahfid Alquran, yang akan satu kompleks dengan MAJT. (arh)