Sebanyak 10 Kecamatan dan 11 Desa di Banjarnegara Krisis Air Bersih

by
Sabar : Warga dengan sabar menunggu giliran mendapatkan air bersih dari relawan PMI. (doc)

SOROTNUSANTARA.COM , BANJARNEGARA – Sebanyak 10 kecamatan dan 11 desa yang ada di Kabupaten Banjarnegara dilanda kekeringan. Hal ini mengakibatkan warga mengalami krisis air bersih. Menyikapi hal tersebut Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara mendistribusikan air bersih.

“Pada bulan Agustus PMI mendistribusikan 265 ribu liter air bersih ke beberapa desa dan kecamatan yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih,” kata Ketua PMI Banjarnegara Setiawan, Sabtu (31/8/2019).

Proses distribusi air bersih dilakukan oleh PMI Banjarnegara selepas koordinasi dengan BPBD Banjarnegara. Hasilnya, sesuai permintaan dari warga desa terdampak kekeringan, dan air bersih dapat diterima masyarakat sesuai dengan jadwal. “Tercatat 10 kecamatan dan 11 desa di wilayah Banjarnegara terlayani distribusi air bersih PMI” ujarnya.

Setiawan membeberkan, jumlah permintaan yang semakin hari semakin meningkat, maka tak jarang relawan yang bertugas di lapangan harus bekerja ekstra hingga malam hari.

Sabar : Warga dengan sabar menunggu giliran mendapatkan air bersih dari relawan PMI. (doc)

Dia melanjutkan, menurut BMKG, musim kemarau masih diperkirakan akan berlangsung sampai Oktober mendatang. Karena itu PMI membuka donasi untuk membantu warga yang mengalami kesulitan dan krisis air bersih.

Menurut Humas PMI Banjarnegara M. Alwan Rifai, menyebutkan kecamatan yang mendapat layanan distribusi air bersih selama bulan Agustus. “sepuluh kecamatan yang kami intervensi antara lain Pagedongan, Punggelan, Banjarnegara, Bawang, Purwanegara, Mandiraja, Klampok, Susukan, Madukara, dan Susukan” paparnya.

Diterangkan lebih lanjut, kecamatan yang mendapatkan intervensi terbanyak adalah Pagedongan. Menurut rencana, proses distribusi air bersih akan terus dilakukan hingga akhir September mendatang, sesuai dengan Surat Keputusan Bupati Banjarnegara tentang Tanggap Darurat Kekeringan di Banjarnegara.

Perlu diketahui, istilah intervensi dalam bantuan adalah sebuah keputusan yang tidak bisa ditawar atau ditekan oleh penerima bantuan. Hal ini sebagai produk dari kebijakan tentang bentuk dan jumlah bantuan yang dibutuhkan berdasarkan pendataan.

Pihaknya berharap layanan distribusi air bersih yang dilakukan oleh PMI bermanfaat untuk masyarakat dan peran PMI semakin nyata dalam rangka membantu tugas pemerintah dalam bidang penanggulangan bencana alam.