Satgas Citarum Sektor 21 Solokanjeruk Bersihkan Sampah Dan Sedimentasi Sungai Citarik Desa Cibodas

oleh
Satgas Citarum Sektor 21 Solokanjeruk Bersihkan Sampah Dan Sedimentasi Sungai Citarik Desa Cibodas
Jajaran Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 17 Solokanjeruk melaksanakan giat bersih-bersih aliran Sungai Citarik Desa Cibodas yang tampak sedimentasi yang cukup tebal, Sabtu (9/5/2020).

KAB. BANDUNG, sorotnusantara.com,- Jajaran Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 17/Solokanjeruk bersama dengan warga pelopor sungai melaksanakan giat bersih-bersih di aliran Sungai Citarik, Sabtu (9/5/2020).

Sasarannya adalah sampah dan tanaman liar yang berada di atas sedimentasi.

“Kami Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 17 melaksanakan giat membersihkan aliran Sungai Citarik yang berada diantara perbatasan Desa Cibodas dan Desa Langensari,” kata Serma Agus Sumarna.

“Sampah didominasi oleh ranting pohon dan bambu serta rerumputan akibat meluapnya Sungai Citarik beberapa waktu kebelakang,” tambahnya.

Tampak juga permukaan air Sungai Citarik tersebut dasarnya dangkal serta sedimentasi yang cukup tebal.

“Ya, kita saat ini akan membersihkan sungai dari arah hulu hingga ke hilir Desa Langensari. Sementara belum ada pengerukan alat berat, kita akan kikis sedimentasi secara manual agar tidak menjadi tempat penumpukan sampah,” ujarnya.

Sungai dan anak sungai yang menjadi tanggungjawab Sektor 21 Subsektor 17 pun cukup panjang, sekitar 9 Km hingga perbatasan Desa Solokanjeruk dan Bojongmas.

Pengecekan Bakal Taman Ikon Sungai Citarik Solokanjeruk

Usai giat bersih-bersih, Serma Agus Sumarna pada kesempatan tersebut juga berkenan mengantarkan pewarta untuk melihat lahan lokasi yang bakal dijadikan taman ikon dan edukasi Sungai Citarik yang berada di Desa Cibodas.

“Disini kita baru melaksanakan karya bhakti bersama dengan elemen masyarakat dan aparat kewilayahan, hari Kamis kemarin. Insyaallah, dari masukan elemen masyarakat dan komunitas pecinta lingkungan Sungai Citarik, akan dijadikan taman pendidikan atau taman edukasi,” jelas Serma Agus Sumarna.

“Mudah-mudahan kedepannya bisa menjadi kekuatan baru di wilayah Sungai Citarik Solokanjeruk, untuk edukasi alam dan wisata lokal,” harapnya.

Lokasi bakal taman edukasi ini pun tampak ada monumen yang dibuat oleh KKN UPI dan Universitas Budi Luhur, masing-masing pada tahun 2019.

Asep, warga Padamukti Solokanjeruk yang kebetulan berada di lokasi taman, sempat berbincang sedikit dengan pewarta.

Ia antusias dengan gagasan pembenahan bantaran Sungai Citarik, baik untuk taman ataupun pemberdayaan lainnya.

“Ya, tentunya kami senang dengan adanya lokasi untuk tempat aktifitas warga, mudah-mudahan bisa terealisasi,” ujarnya.

[St]