Satgas Citarum Sektor 21 Cileunyi Cek Hasil Proses IPAL PT Shimada Karya Indonesia

oleh
Satgas Citarum Sektor 21 Cileunyi Cek Hasil Proses IPAL PT Shimada Karya Indonesia
Kondisi air hasil olahan limbah PT Shimada Karya Indonesia saat dicek oleh anggota Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 02 tampak berwarna jernih dan ada ikan koi hidup.

KAB. SUMEDANG, sorotnusantara.com,- Jajaran Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 02/Cileunyi melaksanakan kegiatan pengecekan rutin ke industri yang memproduksi limbah cair dan berpotensi dibuang ke aliran sungai.

Salasatunya adalah perusahaan sparepart PT Shimada Karya Indonesia (PT SKI) yang berlokasi di Jl. Raya Cileunyi-Cipacing, Jatinangor, Kabupaten Sumedang.

Anggota Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 02 didampingi staf manajemen PT SKI, Irwan, dan pengelola IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah), Anton, memeriksa proses alur pengelolaan limbah dari mulai inlet hingga ke outlet.

Tampak pada outlet IPAL terdapat bak kontrol yang berisi ikan hidup dan akhir olahan limbah airnya berwarna bening serta tidak berbau.

“Hari ini, kami Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 02 Cileunyi, melaksanakan giat pengecekan ke IPAL PT Shimada Karya Indonesia. Perusahaan ini bergerak di bidang pembuatan sparepart karet,” kata Pelda Bernando Cavio, Sabtu (25/7/2020).

Alhamdulillah, pada pengecekan kita hari ini, kondisi air olahan limbahnya bening dan ikan koi hidup di bak outlet sebelum air tersebut dibuang ke aliran sungai masyarakat,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Pelda Bernando juga memberikan arahan agar perusahaan PT SKI konsisten mengolah limbahnya dengan kondisi hasil yang baik dan bersih.

“Sedikit limbah yang terbuang ke aliran sungai masyarakat tentunya akan berbahaya bagi ekosistem. Maka dari itu kita tekankan agar pabrik konsisten dengan komitmennya turut serta mewujudkan Citarum Harum,” ujar Pelda Bernando.

Pada kondisi masa pandemi global Covid-19 ini, jajaran Sektor 21 Satgas Citarum Harum yang dikomando oleh Kolonel Inf Yusep Sudrajat tetap rutin mengawasi industri yang telah beroperasi secara penuh agar menjaga kondisi olahan limbah dengan hasil sesuai parameter yang diterapkan pemerintah dan Satgas Citarum Harum. Diantaranya air hasil proses IPAL berwarna bening, tidak berbau, dan ikan koi atau ikan mas hidup di bak indikator outlet sebelum air dibuang ke sungai.

[St]