Satgas Citarum Sektor 21-15 Dampingi Tim TFL Sosialisasi Program Citarum Harum TPS3R Dan SPALDT Di 4 Kecamatan Kabupaten Sumedang

oleh
Satgas Citarum Sektor 21-15 Dampingi Tim TFL Sosialisasi Program Citarum Harum TPS3R Dan SPALDT Di 4 Kecamatan Kabupaten Sumedang
Tim TFL (Tenaga Fasilitator Lapangan) didampingi Satgas Citarum Sektor 21-15 dan aparatur desa pada kegiatan sosialisasi TPS3R secara door to door.

KAB. SUMEDANG, sorotnusantara.com,- Jajaran Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 15 melaksanakan giat mendampingi kepala desa dan tim TFL sosialisasi kepada warga masyarakat dalam rangka mempersiapkan percepatan pembangunan sarana TPS3R dan SPALDT pada program Citarum Harum.

“Satgas Citarum Harum Sektor 21-15 Subsektor Sumedang selama dua minggu ini telah melaksanakan kegiatan sosialisasi program TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reuse, Reduce, Recycle) dan Sanimas SPALDT (Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpusat) di 16 desa meliputi 4 kecamatan,” kata Serka Eri Krisyana, Jumat (15/5/2020).

Diuraikan oleh Serka Eri, “Kecamatan itu antara lain Cimanggung, Jatinangor, Pamulihan, dan Tanjungsari. Sedangkan desa yang sudah dilaksanakan sosialisasi adalah Desa Sindangpakuon, Desa Sindulang, Desa Tegalmanggung, Desa Sawahdadap, Desa Sukadana, Desa Cihanjuang, Desa Cipacing, Desa Sayang, Desa Raharja, Desa Cinanjung, Desa Cilembu, Desa Haurgombong, Desa Cimarias, Desa Genteng, Desa Citali dan Desa Kadakajaya,” urainya.

Diterangkannya lebih lanjut, bahwa kegiatan sosialisasi diadakan di kantor desa dan secara door to door ke rumah-rumah warga yang dilaksanakan Satgas Citarum Harum dan TFL (Tim Fasilitator Lapangan) PUPR baik dari TFL TPS3R maupun TFL SPALDT.

“Warga yang menerima program Citarum Harum sangat berantusias dan sangat mendukung Program pemerintah tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan (P3K)  DAS Citarum, agar sedikit demi sedikit anak Sungai Citarum yang berada di Sumedang bersih dari sampah dan tinja,” jelasnya.

Pada program tersebut, lanjut Serka Eri, lahan yang akan digunakan untuk sarana TPS3R dan SPALDT banyak menggunakan carik desa dan ada juga hibah dari warga.

“Kami berharap semoga dengan adanya program TPS3R dan Sanimas SPALDT Citarum Harum ini, kedepan warga semakin sadar tentang pentingnya kebersihan lingkungan terutama sungai dan juga semoga dengan adanya program ini sangat terasa manfaatnya bagi masyarakat,” pungkas Serka Eri.

Sebelumnya, pada kunjungan TFL PUPR pada akhir April lalu ke Posko Sektor 21 Satgas Citarum, dijelaskan bahwa sosialisasi TPS3R dan SPALDT dilaksanakan bulan Mei untuk rencana pembangunan pada bulan Juni.

“Pekerjaan ini untuk percepatan dan membantu warga masyarakat yang terdampak covid-19, karena akan menggunakan tenaga lokal setempat (padat karya) sesuai kemampuan di wilayahnya masing-masing,” kata Nafisa Ariani mewakili TFL yang hadir.

Lebih lanjut diterangkannya, jika pekerjaan akan melibatkan tenaga kerja di RW setempat, begitupun toko materialnya adalah yang terdekat.

Menanggapi kunjungan dari para TFL ini, Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat menjelaskan, “Alhamdulillah, kita di Sektor 21 kegiatan Citarum Harum ini tetap berjalan, simultan dengan membantu pemerintah saat ini dalam penanganan Covid-19,” jelasnya.

“Hari ini kita ada koordinasi dengan rekan-rekan dari TFL Kementerian PUPR yang menangani SPALDT dan TPS3R di Sektor 21 yang ada di 3 kabupaten dan kota, yakni Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kabupaten Sumedang,” terang Dansektor 21.

Dirinci kemudian oleh Dansektor 21, “Di Kabupaten Bandung ada 12 titik kegiatan, yakni 8 TPS3R dan 4 SPALDT. Di Kota Cimahi 4 titik SPALDT, dan di Kabupaten Sumedang ada 19 kegiatan, 9 TPS3R dan 10 SPALDT,” rincinya.

Pekerjaan-pekerjaan tersebut cukup lumayan nilainya, lanjut Dansektor 21, antara 500 hingga 600 juta rupiah.

“Instruksi pemerintah untuk menanggulangi dampak Covid-19 juga, ini ada percepatan yang diharapkan sosialisasinya rampung bulan Mei ini, koordinasi dengan aparat desa, RW, warga masyarakat dan sebagainya. Bulan Juni diharapkan sudah dibangun,” jelasnya lagi.

Diterangkan lebih lanjut oleh Dansektor 21, “Keterkaitannya dengan covid ini, pelaksanaan pembangunannya dilaksanakan oleh swadaya masyarakat (KSM), artinya RT dan RW disitu bisa merekrut warga masyarakat yang memang belum mempunyai pekerjaan, termasuk warga yang baru di PHK oleh perusahaannya untuk melaksanakan proyek tersebut,” terangnya.

“Mudah-mudahan dengan adanya program ini, masyarakat bisa bekerja di dekat tempat tinggalnya untuk proyek-proyek ini dan membantu perekonomian keluarga,” harap Dansektor 21.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat juga menegaskan akan membantu mendorong dan mengawasi pekerjaan-pekerjaan ini.

“Mulai dari sosialisasinya hingga ke pekerjaannya nanti, kita Sektor 21 jelas akan membantu mendorong dan mengawasi,” tegasnya.

[St]