Satgas Citarum Rancaekek Telusuri Diduga Lubang Siluman Limbah Pabrik

by
Satgas Citarum Rancaekek Telusuri Diduga Lubang Siluman Limbah Pabrik

sorotnusantara.com, RANCAEKEK,- Jajaran Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 01/Rancaekek laksanakan giat penelusuran ke badan Sungai Ciburaleng, tepatnya dibawah jembatan yang berada di kawasan PT Jatayutex, Rancaekek, Kabupaten Bandung, Kamis (17/10/2019) siang.

Kegiatan tersebut berdasarkan informasi yang disampaikan oleh warga masyarakat kepada satgas yang mencurigai di bawah jembatan tersebut ada lubang saluran limbah siluman (titik buang olahan limbah liar).

Penelusuran oleh satgas ini turut disaksikan elemen masyarakat yang ikut turun ke aliran sungai dan juga awak media.

Hasil penelusuran, ditemukan satu titik lubang pembuangan yang saat dicek mengeluarkan cairan yang terasa hangat. Kemudian anggota satgas mengambil sampel dan mencari pemilik dari lubang tersebut sesuai arahan dari Dansektor 21 Satgas Citarum.

Konfirmasi Ke PT Jatayutex

Anggota Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 01/Rancaekek beserta rombongan lalu mengunjungi PT Jatayutex untuk mengonfirmasikan temuannya.

Diterima oleh manajemen perusahaan itu, Bapak Ichong, anggota Subsektor 21-01, Serka Ade Rukmana, menanyakan perihal lubang saluran di aliran Sungai Ciburaleng yang ditemukan mengeluarkan cairan yang diduga adalah limbah dengan kondisi hangat.

Ichong tidak membantah kalau lubang saluran itu berasal dari perusahaan tempat kerjanya. Ia lalu mengajak rombongan untuk melihat ke lokasi yang merupakan sumber dari air yang ditemukan oleh satgas di bawah jembatan.

Dijelaskannya bahwa air tersebut berasal dari uap proses mesin pengeringan kain, mesin yang cara kerjanya mirip seterika uap.

“Air ini bersih, samasekali tidak menghasilkan limbah,” jelas Ichong.

“Silahkan, bisa ditanyakan ke Lingkungan Hidup,” jawab Ichong setelah menerima pertanyaan dari wartawan apakah air yang dibuang tersebut boleh dialirkan ke media lingkungan.

“Kondisi air ini bersih,” ulangnya.

Namun diakui bahwa kondisinya hangat. “Hasil proses, uapnya mengalir ke drainase ini, dan ini sudah berjalan sekitar dua puluh tahun,” terang Ichong kepada anggota satgas.

Kemudian Ichong menjelaskan bahwa kebetulan juga pihaknya sedang dalam proses pembuatan sumur imbuhan sedalam kurang lebih 200 meter, dan sedang menata sumber-sumber air yang akan disimpan.

“Izinnya baru keluar,” ujarnya.

Ditemui awak media seusai giat pengecekan, Serka Ade Rukmana menjelaskan, “Kegiatan sore ini, setelah adanya laporan dari warga, kita langsung telusuri dugaan adanya lubang siluman dialirkan sungai. Dan setelah dicek memang benar ada lubang,” jelasnya.

“Air yang keluar dari lubang kondisinya hangat, agak keruh. Lubang itu hampir sama rata dengan permukaan sungai,” terang Ade Rukmana.

“Kemudian kita kedalam Jatayutex dan bertemu dengan pihak perusahaan, Pak Ichong, untuk klarifikasi. Dibenarkan bahwa lubang itu dari PT Jatayutex,” kata Ade.

“Tadi kita ke lokasi, dan dijelaskan air itu berasal dari steam, pengering. Airnya disitu memang panas, tapi bening. Bukan berasal dari limbah,” ungkap Ade.

Arahan dari kami Satgas Citarum Sub 21-01, lanjut Ade Rukmana, air yang keluar ke saluran air di alihkan untuk didinginkan dulu sebelum dialirkan ke media lingkungan. “Juga agar tidak membahayakan ekosistem di Sungai Ciburaleng,” ujarnya.

“Lubang yang ada di Sungai Ciburaleng juga agar ditinggikan menggunakan paralon supaya betul bahwa lubang itu berasal dari PT Jatayutex,” tambahnya.

Kesempatan yang sama, Ichong yang bernama lengkap Sauw Hie Chong, menjelaskan, “Kami berterimakasih Sektor 21 bisa mengklarifikasi ke kita, komitmen kami tetap sama agar Sungai Ciburaleng ini tetap bersih. Sebetulnya air steam trap kita sudah ada sejak tahun 2000. Jadi, sudah 19 tahun kita disini, dan dari dulu sebetulnya tidak dipermasalahkan karena itu air bersih, tapi juga kita mendukung petugas Satgas Citarum, supaya lebih sempurna, besok pagi setelah air sudah dingin, kita akan alihkan pipanya. Supaya air yang berada hangat itu tidak masuk ke Sungai Ciburaleng,” urainya.

“Kemudian kita juga besok akan memasang paralon di saluran itu, yang sebetulnya drainase, air hujan juga turunnya kesitu,” terangnya.

Dilanjutkan oleh Ichong, “Dari awal kita sudah memiliki komitmen, kita tidak akan membuang limbah sembarangan,” pungkasnya.[St]