Satgas Citarum Rancaekek Sidak PT Tastex

by
Satgas Citarum Rancaekek Sidak PT Tastex

sorotnusantara.com, KAB. BANDUNG,- Jajaran Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 01/Rancaekek laksanakan giat sidak ke PT Tastex. Sidak (inspeksi mendadak) ke IPAL salasatu perusahaan produk tekstil di Rancaekek ini untuk melihat proses pengolahan limbahnya secara langsung, Senin (14/10/2019).

Sebelumnya, jajaran satgas mendapati laporan dari warga masyarakat yang memberikan informasi kepada Dansektor 21 Satgas Citarum bahwa PT Tastex telah membuang olahan limbahnya ke aliran sungai dengan kondisi yang tidak maksimal.

Turut disaksikan oleh elemen masyarakat, awak media dan tokoh warga Desa Nanjung Mekar, serta perwakilan manajemen PT Tastex, anggota Satgas Citarum Subsektor Rancaekek mengamati alur proses IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). Kemudian mencermati bak indikator yang berisi ikan mas di outlet.

Tampak kondisi air hasil olahan limbahnya yang dibuang ke aliran sungai berwarna bening dan ikan sanggup hidup bak indikator.

“Hari ini, tanggal 14 Oktober 2019, kita Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 01, melaksanakan pengecekan IPAL PT Tastex,” kata Serka Ade Rukmana.

Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 01 Serka Ade Rukmana beserta jajaran, menyampaikan keterangannya kepada awak media terkait hasil pengecekannya ke IPAL PT Tastex, Rancaekek, Senin (14/10/2019).

“Pengecekan ke IPAL ini rutin kami lakukan, termasuk ke perusahaan PT Tastex. Dan hari ini kita lakukan pengecekan, air yang dibuang kondisinya bening, dingin, tapi sedikit ada bau,” terangnya.

“Saya tekankan kepada perusahaan ini supaya pengolahan limbahnya ditingkatkan lagi,” tegas Ade.

“Kondisinya akan terus kita pantau dan cek, tidak hanya PT Tastex saja, tapi setiap perusahaan (penghasil limbah cair) yang ada di wilayah Subsektor 01 Rancaekek,” ujarnya.

“Jika ditemukan ada pabrik yang membuang limbah kotor, kita akan segera laporkan ke komando atas, dan perintahnya untuk dicor, detik itu juga kami akan cor,” tegas Ade lagi.

Kesempatan yang sama, staf manajemen PT Tastex, Simin, menjelaskan dihadapan awak media, elemen masyarakat dan tokoh warga, “Pengolahan limbah Tastex ini setiap saat kita tingkatkan. Soalnya kita sudah komitmen untuk turut memperbaiki lingkungan bersama Satgas Citarum Harum,” jelas Simin.

Jadi, lanjutnya, ada arahan penambahan fasilitas pun kita tambah.

“Waktu dulu Dansektor 21 Kolonel Yusep datang, apa yang saya janjikan untuk penambahan cooling tower, sistem fisika, itu saya sudah tambah. Malah kita menambah melebihi dari saya janjikan ke Dansektor. Karena kita komitmen, kita mau baik, kita tidak mau mencemari lingkungan,” urainya.

Dengan adanya Satgas, sambung Simin, kita selalu dibina, selalu diberitau kekurangannya apa, lalu kita perbaiki.

“Kita tidak mau bermasalah dengan lingkungan,” tegasnya.

“Silahkan IPAL PT Tastex dicek kapanpun, kita siap. Outletnya kita sudah naikan, bisa dikontrol 24 jam selama kita beroperasi. Tapi saat ini, untuk hari Sabtu dan Minggu kita tidak jalan. Menurut laporan, kita hari Minggu ada buang limbah, padahal kita tidak produksi,” ungkapnya.

Diterangkan oleh Simin, kapasitas olah limbahnya saat ini sekitar 300 meter kubik, dan produksi turun hingga 50 persen.

Namun demikian, IPAL PT Tastex kedepannya akan menambah fasilitas pengolahan limbah secara biologi.

“Metode pengolahan limbah kita menggunakan kimia dan fisika, tapi¬† kedepannya kita ada perencanaan pengolahan secara biologi dan recycle air limbah,” terang Simin.

Dengan memaksimalkan pengolahan limbah sesuai arahan dari Satgas Citarum, dikatakannya, “Menambah cost untuk lingkungan, kita tidak ada masalah. Karena lingkungan itu tetap kita harus jaga. Kita komitmen untuk sama-sama perbaiki lingkungan. Meski dengan kondisi (industri tekstil) yang seperti saat ini,” kata Simin, yang juga mengaku sudah meningkatkan cost¬†sejauh ini untuk memaksimalkan IPAL sebesar lebih dari Rp 1 milyar.

Sedangkan tokoh warga Desa Nanjung Mekar, Amin, selaku ketua BPD, menerangkan kegiatan kunjungannya ke PT Tastex yang bertepatan waktu dengan sidak yang dilakukan oleh Satgas.

“Kita sedang menindaklanjuti hasil pertemuan dua minggu lalu terkait program pengadaan sarana air bersih untuk warga, pengolahan sampah dan ketenagakerjaan,” ucap Amir.

“Bukan bekerjasama dengan PT Tastex saja, tapi juga 4 perusahaan lainnya yang berdampak langsung dengan lingkungan warga Desa Nanjungmekar, yang dilintasi Sungai Ciburaleng,” terangnya.[St]