Satgas Citarum Lokalisir Saluran PT Triana Harvestindo Nusantara

by
Satgas Citarum Lokalisir Saluran PT Triana Harvestindo Nusantara

CIMAHI, sorotnusantara.com,- Jajaran Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 13 melokalisir lubang saluran pembuangan hasil olahan limbah milik PT Triana Harvestindo Nusantara, Kota Cimahi, Selasa (30/7/2019).

Lokalisir dengan cara dicor ini terpaksa dilakukan oleh satgas karena hasil pengolahan limbah perusahaan tersebut yang dibuang ke aliran sungai dan dari pengecekan di outlet IPAL masih kurang maksimal.

“Saat ini kita melokalisir lubang pembuangan limbah PT Trianatex (Triana Harvestindo Nusantara), sesuai petunjuk dari Dansektor 21 Kolonel Yusep Sudrajat, setelah kami mengecek dan menemukan sludge (lumpur limbah) ikut mengalir ke sungai masyarakat. Sludge ini berpotensi membahayakan ekosistem sungai,” kata Dansubsektor 21-13/Cimahi Serda Ahmad saat memberikan keterangannya kepada wartawan seusai pengecoran.

Menanggapi hal tersebut, Direktur PT Triana Harvestindo Nusantara, Toni, mengatakan kepada awak media, “Kami prinsipnya mendukung program Citarum Harum, dan sebelum ada Satgas Citarum pun kami sudah mengolah limbah secara full,” ujarnya.

Namun Toni mengaku bahwa mengolah limbah tidak semudah yang dibayangkan. “Mengolah limbah ini memang tidak segampang yang dibicarakan, ada fluktuasi limbahnya, ada waktu prosesnya dan beragam lainnya. Pada pengecekan tadi, warna kan masih sesuai dengan baku mutu,” kata Toni.

Toni juga menyebutkan lebih lanjut, “Yang dipermasalahkan tadi oleh Satgas kan sludge, tapi sebetulnya itu bisa dicek, ya mungkin bermasalah tetapi kan kita juga tidak diam saja, kita sudah buat bak-bak filter,” ujar Toni sambil menunjuk bak yang tampak sudah rampung dibangun.

“Itu sebetulnya belum selesai, jadi sekarang mau tidak mau kita akan coba jalankan saja, meski satu tangki masih kosong karbon aktifnya,” tambah Toni menyikapi pasca lokalisir yang dilakukan oleh satgas dan akan segera mengoptimalkan sistem filtrasi.

“Dengan adanya satgas kita terpacu untuk lebih baik, dan kita dari dulu tidak main-main dengan limbah, selalu mengolahnya seratus persen,” terangnya. (St)