,

Sambut New Normal, Begini Aturan Baru Pesantren Asnawiyyah

oleh
Suasana pendataan santri saat kembali ke PPTQ Asnawiyyah. [doc]

SorotNusantara.com , Demak – Pemerintah tengah mempersiapkan kebijakan penerapan Normal Baru atau New Normal dalam usahanya berdamai dengan virus Corona atau Covid-19. Praktis, hal demikian dirasa merepotkan banyak pondok pesantren. Terlebih pesantren yang bercorak tradisional.

Meski demikian, para pengelola lembaga pendidikan berbasis kultur tersebut terus berusaha beradaptasi dengan rencana kebijakan tersebut. Salah satunya, Pondok Pesantren Tahfidzul Quran (PPTQ) Asnawiyyah yang terletak di Desa Pilang Wetan, Kebon Agung, Kabupaten Demak Jawa Tengah ini.

Pihak pesantren terpaksa harus merombak berbagai aturan dan pola yang telah membudaya dalam diri santri demi terus dapat istikamah dalam mendidik santri.

“Ada beberapa tata kelola Pondok Pesantren di Asnawiyyah ini yang diadaptasikan dengan kebijakan new normal, diantaranya proses santri berangkat ke pesantren dibagi menjadi 5 gelombang untuk tetap mematuhi aturan pemerintah tentang Social Distancing,” kata Ketua Yayasan Asnawiyah, H. Abi Cholilullah saat dimintai keterangan persnya, Kamis (11/6/2020) malam.

Suasana pendataan santri saat kembali ke PPTQ Asnawiyyah. [doc]
Untuk menegaskan komitmen dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, Cholilullah menyatakan, para santri diharuskan untuk mendapatkan surat keterangan sehat dari rumah sakit, membawa masker, gel pencuci tangan praktis, madu, vitamin C, dan beberapa nutrisi pendukung ketahanan tubuh selama di pesantren.

“Hal ini dilakukan untuk berjaga-jaga terkait penyebaran Covid-19. Jangan sampai pondok pesantren disebut sebagai klaster baru penyebaran Covid-19,” terangnya.

Tak hanya itu, dengan jumlah santri yang bermukim saat ini hampir mencapai 300 orang, dengan perkiraan tambahan 100 orang santri baru, maka beberapa tata tertib dan aktifitas harian yang telah menjadi tradisi juga ikut disesuaikan. Dia menyebut diantaranya tidak diperkenankan menerima kunjungan wali santri, kiriman uang saku bulanan ditransfer, memanfaatkan ruang lain yang kosong sebagai tempat tidur agar tidak bejubel dan makan menggunakan peralatan makan sendiri, “Sementara ini tidak makan bersama senampan,” ujarnya.

Gus Cholil, sapaan akrabnya, berharap para santri dapat menimba ilmu di pesantren dengan aman dan nyaman, serta tetap menjaga kebersihan dan kesehatan diri dan lingkungan. “Semoga para santri dapat belajar dengan lebih giat di tengah pandemi yang masih melanda saat ini,” harapnya.

Sebagai ikhtiar batin, pesantren juga menambahkan qunut nazilah di setiap jamaah shalat, dan doa tolak balak, khususnya untuk bangsa Indonesia.

Sebelumnya, pegawai Puskesmas Kebon Agung, Robiin yang bertugas mendampingi proses pendataan santri yang kembali ke pondok mengingatkan hal senada untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, dirinya juga memberikan Banner berisikan imbauan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 untuk dipasang di area pesantren. (arh)