Saluran Buang Limbah PT Kaldu Sari Nabati Sumedang Dilokalisir Satgas Citarum

by
Saluran Buang Limbah PT Kaldu Sari Nabati Sumedang Dilokalisir Satgas Citarum

SUMEDANG, sorotnusantara.com,- Satgas Citarum Harum Sektor 21 Subsektor 25/Sumedang melaksanakan giat lokalisir saluran pembuangan hasil olahan limbah PT Kaldu Sari Nabati Indonesia-Sumedang dengan cara dicor, Rabu (10/7/2019).

Penutupan saluran pembuangan ini dilakukan karena jajaran Subsektor 21-15 saat melaksanakan tugas patroli sungai malam, menemukan perusahaan tersebut membuang hasil olahan limbah cair ke aliran parit dengan kondisi yang berwarna keruh dan berbau.

“Hari ini, kami Satgas Citarum Harum Sektor 21 Subsektor 15 melaksanakan pengecoran saluran PT Kaldu Sari Nabati atau Karina. Semalam PT Karina ini membuang limbah ke sungai, dan kami langsung laporkan ke Dansektor, hingga kami laksanakan pengecoran,” ujar Dansubsektor 21-15 Serka Eri Krisyana kepada wartawan di lokasi pengecoran.

“Kondisi saat ditemukan, limbah yang dibuang oleh PT Karina masih berwarna kemudian masih ada bau,” terangnya.

Saat ditanya kapan lokalisir ini bisa dibuka, dijawab oleh Dansubsektor yang akrab disapa Serka Erik, “Sesuai petunjuk Dansektor, setelah perusahaan ini mengolah limbah dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan parameter di Sektor 21, yaitu di outlet ada ikan koi atau ikan mas hidup dan kondisi hasil olahan limbahnya jernih, maka saluran ini dipertimbangkan untuk dibuka,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Serka Erik juga berharap seluruh pabrik yang ada di wilayah tugasnya untuk tidak membuang limbah dalam kondisi kotor ke aliran sungai.

“Kami tidak akan tidur, kami akan laksanakan tugas sebaik-baiknya untuk mengawasi sungai, apabila ditemukan ada pabrik yang buang limbah kotor yang bisa merusak lingkungan, kami akan tindak tegas,” kata Serka Erik menekankan.

Jajaran Subsektor 21-15 ini juga pada hari, Selasa (9/7/2019) sore kemarin, telah melokalisir lubang outfall PT Kewalram.

Kesempatan terpisah, pihak PT Karina yang diwakili konsutan IPAL dari PT Pakar IPAL Indonesia, Slamet Subagio,  saat diminta tanggapannya oleh wartawan terkait temuan dari satgas Citarum, mengatakan, “Kami kaget kenapa bisa seperti itu, karena analisa yang kami lakukan selama ini tidak ada kejanggalan sesuai dengan baku mutu yang ditetapkan oleh Pemerintah Jawa Barat,” ujar Slamet Subagio.

Ia juga menyebutkan jika analisa proses pengolahan limbah dilakukannya setiap hari. Namun diakui oleh Slamet jika saat ini belum ada ikan di kolam outlet karena kondisinya sedang dalam perbaikan karena ada kebocoran. “Secepatnya kami akan fungsikan kembali,” katanya.

Dijelaskan lagi oleh Slamet, bahwa hasil treatment limbah dari PT Karina ini dimanfaatkan juga oleh petani untuk mengairi lahan.(St)