Rio Arif, Ekonomi Umat Diprediksi Bakal Menguat Jika Jokowi-Ma’ruf Menangi Pilpres

by -31 views
Pasangan Capres-Cawpres 01 Joko Widodo dengan KH. Maruf Amin. (ft.doc)

SOROTNUSANTARA.COM , TANGERANG SELATAN – Pengurus Gerakan Pemuda (GP) Ansor Tangerang, Rio Arif Wicaksono, memaparkan, jika Jokowi-Ma’ruf memenangi Pilpres 2019 maka akan banyak realisasi kebijakan yang memerkuat ekonomi syariah ataupun ekonomi secara nasional.

“Kiai Ma’ruf punya background ekonomi syariah. Beliau kemampuannya lengkap, sangat ideal untuk mendampingi Pak Jokowi,” kata Rio, Selasa (16/4/2019) malam.

Perpaduan antara Joko Widodo dengan KH Ma’ruf Amin, disebut-sebut sebagai kepemimpinan yang menentukan masa depan bangsa Indonesia. Menurutnya, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, Indonesia diyakini mampu mengatasi masalah kemiskinan dengan memerkuat ekonomi umat.

Apalagi, katanya, Kiai Ma’ruf memiliki pengalaman yang lengkap, yakni tak hanya di bidang kelembagaan umat, tapi juga mengenai permasalahan ekonomi. Saat Kiai Ma’ruf dikukuhkan sebagai profesor, pidato pengukuhannya bercirikan arus ekonomi baru Indonesia. Dengan begitu, sejatinya Kiai Ma’ruf memiliki pemahaman cukup luas mengenai ekonomi.

Bersama Kiai Ma’ruf, Jokowi ingin membawa Indonesia maju berdaulat, mandiri dan berkepribadian. Dia menginginkan makna kemerdekaan bisa dirasakan seluruh masyarakat, keadilan sosial dengan bentuk pembangunan yang berkeadilan.

Dikatakannya, duet kepemimpinan Jokowi-Ma’ruf diharapkan dapat menyelesaikan program-program di periode pertama yang terbukti sudah berdampak pada masyarakat, seperti pembangunan infrastruktur.

“Sehingga Pak Jokowi bisa fokus dengan program-program ekonominya yang pada periode kedua nanti sudah tinggal melanjutkan saja. Pada periode kedua banyak proyek infrastruktur yang sudah berdampak secara ekonomi. Dengan kondisi seperti itu kita bisa berharap ekonomi Indonesia lima tahun ke depan lebih menjanjikan,” sambungnya.

Rio menjelaskan, kebijakan perkonomian Jokowi-Ma’ruf nantinya diperkirakan tidak mengalami perubahan signifikan dari yang sudah dikerjakan. “Harapan pelaku pasar itu adalah bagaimana keberlanjutan dunia usaha dan stabilitas pasar keuangan dapat dipertahankan, mengingat persepsi investor global cenderung positif bagi pemerintahan saat ini,” paparnya.

Dilanjutkannya, Kiai Ma’ruf memiliki integritas serta rekam jejak yang bersih. Dia meyakini bahwa kehadiran Kiai Ma’ruf akan sangat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi syariah Meskipun ekonomi syariah masih merupakan satu aspek, dari kompleksnya permasalahan ekonomi yang dihadapi Indonesia.

“Ekonomi syariah kita bukan hanya dari sisi hukum syariah, dari sisi fiqih. Perlu memahami dari sisi bisnis syariah itu sendiri dari sisi ekonomi. Ekonomi syariah punya potensi besar, untuk bisa mendorong pertumbuhan ekonomi,” ucap Rio.

Tentunya, lanjut dia, diharapkan Jokowi-Ma’ruf dapat mengembangkan potensi yang sudah dimiliki Indonesia. Sehingga kinerja ekonomi Indonesia ke depan dapat lebih berkembang dan lepas dari beberapa persoalan yang tengah dihadapi saat ini.

“Dari sisi pemerataan ekonomi meskipun angka kemiskinan sudah single digit. Tapi sebenarnya permasalahan kemiskinan dan kesenjangan masih sangat besar sekali, tidak bisa diwakili hanya dengan angka-angka statistik. Itu yang jadi tantangan. Ditambah tantangan eksternal makin besar, pelemahan rupiah, perang dagang, beberapa produk ekspor unggulan kita masih diproteksi di luar,” imbuhnya.

Masih kata Rio, sejumlah pakar ekonomi menilai latar belakang Cawapres Kiai Ma’ruf yang memiliki kemampuan pengembangan ekonomi syariah. “Dengan pasangan Jokowi-Ma’ruf saya optimis ekonomi syariah bisa tumbuh dan berkembang,” ulasnya.

Dia juga mengingatkan, beberapa persoalan seperti pariwisata halal, industri makanan halal, dan industri keuangan syariah di Indonesia masih cukup tertinggal dari beberapa negara Asia.

“Jika Jokowi terpilih kembali, maka Kiai Ma’ruf akan mengarahkan ekonomi umat menjadi lebih kuat dan maju,” pungkasnya. (bw.arh)