,

Respon Germas Berkat, Satpol PP Siap Lanjutkan Pembongkaran

oleh
Spanduk penolakan Penyakit Masyarakat di Genuk

SorotNusantara.com , Semarang – Gencarnya upaya Germas Berkat memberantas penyakit masyarakat (Pekat) nampaknya belum mendapatkan jawaban sesuai yang diharapkan. Meski telah melayangkan surat pada Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dan menemui pihak-pihak yang dianggap berwenang, dan di awal April lalu telah memasang berbagai spanduk penolakan di banyak titik.

Bahkan, ketika menemui Camat Genuk dan Kapolsek Genuk, rombongan Germas Berkat hanya mendapat sambutan hangat dengan ucapan “terima kasih”, dan apresiasi terhadap perhatian warga Genuk dari berbagai organisasi atas kondisi sosial di Genuk serta pernyataan “siap bersinergi”.

Dalam audiensi yang berlangsung dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, Camat Genuk Ali Muchtar hanya mengaku kewenangannya terbatas. Yaitu menertibkan berdasar Perda Kota Semarang. Itupun berdasar perintah dari Wali Kota. Dan dalam operasi penertiban mendampingi Satpol PP.

“Terima kasih atas kehadiran dan kepedulian panjenengan semua. Aspirasi dan masukan ini sangat bagus. Memang Pekat harus diberantas. Namun kewenangan saya terbatas,” kata Ali Muchtar, Jum’at (17/4/2020).

Hal senada juga didapati Germas Berkat kala ke kantor Kepolisian Sektor Genuk, Kapolsek Genuk Kompol Subroto. Kapolsek yang baru sehari menjabat (dilantik 16 April 2020) ini menyatakan terima kasih atas laporan Germas Berkat dan berjanji akan menindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.

Selain itu, Dia juga menyebut, polisi harus selalu melayani dan melindungi. Kata dia, dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, polisi akan menempuh pelbagai cara agar berhasil dengan baik.

“Sungguh senang saya menerima kehadiran panjenengan. Polri selalu bersinergi dengan tokoh masyarakat. Kita memang harus saling mendukung agar tercipta Kamtibmas,” tutur Subroto.

Ketua Germas Berkat saat menyerahkan berkas penolakan penyakit masyarakat

Terpisah, Respon konkrit justru didapat dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang Fajar Purwoto. Begitu ditemui dan menerima surat dari rombongan Germas Berkat di kantornya, Fajar langsung mengatakan bahwa malam nanti pasukan Satpol PP Kota Semarang akan melanjutkan penertiban.

“Saya sudah siapkan pasukan 60 personil. Nanti malam akan menertibkan di Genuk. Melanjutkan penertiban seminggu lalu (tanggal 7/4/2020). Pokoknya semua lapak Togel akan kami bongkar dan sita barangnya,” kata Fajar sembari mengecek kesiapan pasukan di halaman kantornya, Jum’at, (17/4/2020).

Perlu diketahui, Germas Berkat dibentuk pada 4 April 2020 terdiri dari ormas Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia, Dewan Masjid Indonesia, Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia, Forum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kota, Forum Koordinasi Madrasah Takmiliyah, Badan Koordinasi Taman Pendidikan Al Qur’an, Jamaah Muballighin, Ikatan Persaudaraan Haji, Jamaah Ngaji Selosonan, dan sekolah-sekolah Islam, se-Kecamatan Genuk.

Ada pula LSM Gerakan Peduli Rakyat, Jamaah Al Khidmah, Padepokan Satria Ruyung Sakti, Padepokan Darul Hikmah, Himpunan Alumni Santri Ponpes Lirboyo, Muslimat NU, Gerakan Pemuda Ansor, Fatayat NU, Ikatan Pelajar NU, Ikatan Pelajar Putri NU. Ditambah dari Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama, Ansor dan Banser. Ikut pula, para pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) yang wilayah lingkungannya ada lapak Togel.

Menurut praktisi hukum Achmad Robani Albar Ketua LPBH NU Jawa Tengah, langkah-langkah yang ditempuh GERMAS berkat dan Satpol PP kota Semarang sudah benar dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. “Karena memang judi dan miras melanggar hukum sesuwai KUHP pasal 303 Tetang judi dengan ancaman 10 tahun Penjara dan miras pasal 204 KUHP dengan acaman 15 tahun pidana penjara,” jelasnya. (arh)