Resmikan Sekretariat Lembaga, NU Jateng Tegaskan Komitmen Muskerwil

by

SorotNusantara.com , Semarang – Kekuatan sebuah organisasi harus senantiasa diupayakan para pemangku kebijakan dalam organisasi tersebut. Selain itu, optimalisasi anggota dalam kesatuan dan keterampilan untuk memajukannya. Hal ini sebagai sebuah nilai etis agar organisasi tetap eksis tanpa terombang-ambing kepentingan segelintir orang atau bahkan pihak lain.

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah memperhatikan hal tersebut dengan baik, sehingga dalam pengembangannya terus diupayakan secara terukur, bertahap dan berkesinambungan dari masa ke masa. Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Tengah KH Mohammad Muzammil menyatakan tentang pentingnya optimalisasi peran lembaganya dalam mewujudkan kemandirian NU, baik dari sisi jamiyyah (organisasi) maupun jamaah.

“Sebagaimana keputusan Konferwil NU Jateng pada 7 Juli 2018 yang telah dijabarkan pada Muskerwil NU 2018 di Temanggung, Alhamdulillah dapat terlaksana secara bertahap dan berkesinambungan,” kata Muzammil saat memberikan sambutan peresmian 17 ruang sekretariat Lembaga PWNU Jateng, Jumat (9/8/2019) malam.

Muzammil menerangkan, arah pembangunan NU yang hendak dicapai yaitu sebagaimana amanat pendiri dan perencanaan dalam Muskerwil NU, yakni terwujudnya kembali kemandirian jamiyyah NU, terutama dalam fikrah dan harakah an-nahdliyah.

“Fikrah dan harakah an-nahdliyyah jelas bersumber dari mukadimah Qanun Asasi NU tahun 1926, Mabadi Khoiru Ummah tahun 1939 dan Khitah Nahdliyah di tahun 1983,” tegasnya.

Lailatul Ijtima dan peresmian sekretariat lembaga PWNU Jateng

Oleh karena itu, sambungnya, sekretariat yang telah selesai harus dioptimalkan untuk saling mendukung satu sama lain mengingat pentingnya semua lembaga dalam menyatukan visi dan gerakan. “Semua lembaga sangat penting untuk bergerak sesuai bidangnya, jangan sampai ada ruang yang kosong dalam berkhidmat pada jamaah,” tandasnya.

Lebih lanjut Muzammil menegaskan keharusan satu visi tersebut bukannya tanpa alasan, namun didasari rumusan dari para pendiri NU. “Kita harus memiliki visi yang sama dalam berjamiyyah di NU ini sebagaimana ditulis oleh para pendiri dan para pengurus terdahulu,” tandasnya.

Selain itu, agar tercapai tujuan dan manfaat dalam berorganisasi, Muzammil juga menegaskan penekanan yang mesti dibangun oleh para pengurus dan warga NU, yaitu adab dan taat pada asas organisasi. “Titik tekannya adalah adab dan ta’at asas, sehingga pada gilirannya akan bermanfaat,” tuturnya.

Diakhir sambutan, Kiai mantan aktifis mahasiswa ini kembali mengingatkan pada para pengurus untuk berperan aktif dalam menjalankan roda organisasi. “Kita harapkan semua lembaga aktif mengemban amanah di NU Jateng,” tuturnya.

Untuk diketahui malam tasyakuran tersebut dilaksanakan bersama Lailatul Ijtima yang digelar di halaman belakang PWNU Jateng, Jalan dr Cipto 180 Karangtempel Semarang Timur, Kota Semarang. Lailatul Ijtima merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sekali selapan (istilah Jawa dalam hitungan 45 hari) dengan maksud sebagai wahana sosialisasi program, mendengar masukan warga NU, maupun arahan bijak dari para sesepuh NU yang hadir ataupun dihadirkan.

Dalam rangkaian acaranya dimulai dengan bersalawat dengan membaca Maulid, pembacaan Asmaul Husna yang dipimpin langsung oleh KH. Amjad AH, mauidzah hasanah dan doa bersama. (arh)