Remaja Tiga Masjid Akan Gelar Istighosah, Tolak Karaoke Liar

by
Salah satu pemandangan karaoke liar yang ada di seputar MAJT. (istimewa)

SOROTNUSANTARA.COM , SEMARANG – Karaoke liar yang merebak di seputar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) masih mendapat sorotan tajam. Setelah adanya protes masyarakat yang disampaikan ke DPP MAJT, kini aliansi remaja dari tiga masjid berencana menggelar menggelar istighosah dan doa bersama sebagai sikap menolak keberadaan tempat hiburan yang identik dengan penyakit masyarakat tersebut.

Koordinator Aksi (Korak), Ahsan Fauzi menyebutkan tiga remaja masjid yang membentuk aliansi penolakan di antaranya; Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (RISMA JT), Ikatan Remaja Masjid Baiturrahman (IKAMABA) dan Keluarga Remaja Masjid Agung Semarang (KARISMA). Menurutnya, rencana aksi akan dipusatkan di Jalan Baru MAJT (kawasan relokasi Pasar Johar) besok, Jumat (19/7/2019).

“Karaoke-karaoke liar yang beroperasi tiap malam itu sangat meresahkan masyarakat dan menodai marwah Masjid Agung yang menjadi kebanggaan warga Jawa Tengah, utamanya warga Kota Semarang,” ucap Ahsan kepada awak media, Selasa (16/7/2019).

Salah satu pemandangan karaoke liar yang ada di seputar MAJT. (istimewa)

Hiburan karaoke yang ada di seputar MAJT lebih identik dengan kemaksiatan, lanjutnya, karena itu, pihaknya bersama elemen masyarakat lain tergerak menyuarakan seruan moral dan desakan kepada aparat pemerintah untuk menutup atau menertibkan.

Lebih lanjut Ahsan menjelaskan rangkaian aksi yang akan digelar. Pertama, pihaknya akan menggalang pembubuhan tanda tangan di atas kain mori sepanjang 10 meter pada hari Rabu (17/7/2019), di tiga titik. Yakni di MAJT, Masjid Agung Semarang (MAS) Kauman dan Masjid Raya Baiturrahman.

“Besok mulai pagi, kita pasang di aula masing-masing. Siapapun jamaah boleh membubuhkan tanda tangan seruan moral, desakan ke Pemkot Semarang untuk menutup karaoke liar yang berada di kawasan MAJT,” tegasnya.

Aksi selanjutnya, kata Ahsan, istighosah dan doa bersama, yang ditujukan untuk kemaslahatan bersama yang digelar pada Jumat (19/7/2019), dan puncaknya adalah penyerahan petisi ke Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Senin (22/7/2019). (arh)