,

Rakorwil LPBI NU Jateng Tekankan Peningkatan Kapasitas Dalam Penanggulangan Bencana

by -94 views
Rakorwil LPBI NU Jateng (ft.doc)

SorotNusantara.com , Semarang – Jajaran pengurus Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PWNU Jawa Tengah diminta meningkatkan kapasitas diri dalam penanganan penanggulangan bencana. Hal itu disampaikan Ketua LPBI NU Pusat, Muhammad Ali Yusuf saat memberikan pengarahan di acara Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PWNU Jawa Tengah di Wisam Perdamaian Semarang, Sabtu (16/3).
“Mari kita terus tingkatkan kapasitas diri untuk masyarakat yang membutuhkan,” kata Muhammad Yusuf di lokasi.
Menurutnya, bekerja dalam penanganan penanggulangan bencana di masa yang akan datang harus semakin efektif dan efisien. Sebab, persoalan bencana semakin kompleks, membutuhkan gerak cepat dari semua lapisan masyarakat.
“Kita juga harus berkolaborasi dan bersinergi dengan lintas lembaga. Terlebih di internal NU harus kuat terlebih dahulu. Kita perlu belajar kepada yang lebih berpengalaman dalam penanganan bencana,” imbuhnya.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemrov Jateng, Sarwa Pramana menyatakan apresiasi terhadap LPBI NU Jateng. Menurutnya, Provinsi Jawa Tengah memiliki potensi bencana cukup tinggi. Oleh karena itu dibutuhkan kerja sama yang baik semua pihak dalam mengatasinya. Sarwa menilai, LPBI NU Jawa Tengah menjadi salah satu garda terdepan membantu pemerintah dalam penanggulangan bencana.
“Jateng memiliki banyak potensi bencana karena letak geografisnya yang sedemikian rupa. Oleh karena dibutuhkan penanganan bencana berbasis masyarakat,” katanya.
Selain peran serta LPBI,  menurutnya, santri di lingkungan Jawa Tengah juga berperan penting dalam penanganan kegawatdaruratan bencana. Hal itu seperti yang dipesankan Wakil Gubernur Jawa Tengah, KH Taj Yasin Maemoen Zubair dalam beberapa waktu yang lalu.
“Pak Wagub berpesan supaya ada Santri Peduli Bencana. Termasuk Tim Reaksi Cepat (TRC) penanganan bencana,” katanya.
Adapun Ketua Tanfidziah NU Jawa Tengah, KH Mohammad Muzammil saat memberikan sambutan mengatakan, membantu orang merupakan pekerjaan yang mulia. Hal itu menjadi kenikmatan tersendiri bagi orang yang mampu melaksanakannya.
“Karena tidak semua orang dapat melakukannya. Kita harus bersyukur menjadi bagian dari komunitas yang terus berusaha membantu kepada sesama,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua LPBI Jawa Tengah, Winarti mengatakan, kegiatan rakerwil tersebut diikuti oleh perwakilan LPBPI kabupaten/kota di lingkungan Jawa Tengah. Winarti menambahkan, ada sejumlah kegiatan yang menjadi agenda LPBI NU Jawa Tengah dalam waktu dekat ini. Yakni, pembentukan TRC dan pengelolaan limbah.
“Jadi kami fokuskan dulu di tim reaksi cepat dan persoalan sampah. Di Pekalongan, sudah ada pengelolaan sampah menjadi sesuatu yang bernilai guna,” katanya. (*)