Rakor LKS Tripartit, Pemprov Jabar Akan Relokasi Industri Ke Segitiga Emas Rebana Untuk Keberhasilan Program Citarum Harum

by -283 views
Rakor LKS Tripartit, Pemprov Jabar Akan Relokasi Industri Ke Segitiga Emas Rebana Untuk Keberhasilan Program Citarum Harum

BANDUNG, sorotnusantara.com,- Gubernur Jawa Barat, H.M Ridwan Kamil, hadiri Rapat Koordinasi Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan di Horison Ultima, Jl. Pelajar Pejuang, Kota Bandung, Senin (25/3/2019).

Kegiatan rakor yang mengusung tema Kesiapan Dunia Usaha Guna Keberhasilan Program Citarum Harum tersebut, juga sekaligus diisi dengan pelantikan jajaran pengurus Tripartit Jawa Barat untuk periode tahun 2018-2021.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pada acara tersebut menyampaikan bahwa kontribusi Jawa barat terhadap Nasional walaupun sudah ada dalam tingkat teratas namun akan lebih ditingkatkan.

“Untuk itu, kita mendukung investasi, pengangguran harus di kurangi dengan menambah industri yang mampu menyejahterakan pekerja,” kata Ridwan Kamil yang akrab disapa dengan panggilan Kang Emil.

Ditambahkan oleh Kang Emil, “Rencana Pemprov Jabar akan merelokasi industri, sebagai alternatif solusi untuk Citarum Harum, dengan memeratakan kawasan industri yang ada di Jawa Barat mulai dari wilayah barat, tengah dan timur Provinsi Jawa Barat. Merancang segi tiga emas Rebana (Patimban, Kerta Jati, Cirebon) sebagai wilayah pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat.  Selain industri  diprogramkan, juga sarana transformasi yang akan menunjang hasil produksi lancar tanpa hambatan dalam memasarkan,” urai Ridwan Kamil.

Namun untuk keberhasilan itu, lanjut Kang Emil, diprogramkan juga terkait unsur pendidikan yang menghasilkan tenaga sesuai bidang keahlian untuk pelaku kerja perusahaan terutama jenjang SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Terkait kurikulumnya akan di revitalisasi, agar tamatan SMK bisa lebih mandiri dan tetap menjadi putra daerah tanpa mencari kerja ke daerah lain.

“Untuk itu, kita akan kembangkan satu desa minimal satu perusahaan,” tegas Kang Emil.

“Disamping melaksanakan program yang akan menjadi mesin investasi Jabar, saya juga akan menyampaikan dan meminta  keadilan politik ekonomi pada Presiden RI, Bapak Joko widodo, terkait aturan yang mana saat ini bantuan APBN diberikan mengacu kepada jumlah daerah, bukan banyaknya jumlah penduduk, sehingga bantuan lebih besar pada yang wilayahnya banyak walaupun penduduk sedikit, dengan contoh bantuan DAU APBN, untuk Jabar yang penduduknya mencapai 50 juta orang, jauh nilai bantuan APBN-nya dibanding dengan bantuan Jatim yang penduduknya mencapai 40 juta, tapi lebih besar. Untuk mencapai provinsi investasi  paling tinggi  dan lebih kongkrit  seperti saat ini, Jabar bisa mengalahkan DKI Jakarta dalam  investasi, untuk itu saya akan berjuang agar mewujudkan Jabar mampu meningkatkan nominasi investasi di tingkah Asean dengan cara yang bukan kapitalis murni, tapi dengan wujud ekonomi Pancasila,” ungkap Gubernur Jawa Barat tersebut.

Turut hadir pada kegiatan tersebut, walikota dan bupati se-Jawa Barat, pelaku usaha dan tamu undangan. [Farida]