PT Bintang Toedjoe Bantu APD PMI Kota Semarang

oleh
Ketua PMI Kota Semarang dr. Shofa Chasani berfoto bersama seusai penyerahan simbolis bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan suplemen dari PT. Bintang Toedjoe Cabang Semarang. [ft.doc]

SorotNusantara.com , Semarang – PT Bintang Toedjoe Cabang Semarang memberikan bantuan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang berupa Alat Pelindung Diri (APD) untuk tenaga medis. Selain APD, suplemen juga dibagikan untuk para relawan penanganan virus corona (Covid-19).

“Kami ucapkan terima kasih kepada PT. Bintang Toedjoe yang telah membantu PMI untuk dapat digunakan petugas dan relawan PMI dalam upaya mencegah penularan virus Covid-19,” kata Ketua PMI Kota Semarang dr. Shofa Chasani saat menerima bantuan di gedung Unit Donor Darah PMI Kota Semarang, Senin (27/4/2020).

Disebutnya, bantuan berupa APD 100 pc baju hazmat dan suplemen Extra Jos P 60 Pack, Bejo Jahe Merah 30 pack, kopi herbal 60 pack, panas dalam 60 hanger, dan Extra Jos Anggur 120 pack akan mendukung mobilisasi para tenaga kesehatan dan relawan PMI, “Bantuan tersebut akan kami bagikan kepada petugas kesehatan PMI dan relawan saat terjun di lapangan,” ujarnya.

Sementara, Manager Area PT Bintang Toedjoe Cabang Semarang, Cosmas Era Hernadi, mengatakan motivasi penyaluran APD dan suplemen sebagai wujud apresiasi dan kepeduliannya terhadap dedikasi petugas medis dalam penanganan Covid-19.

Selain itu, pihaknya juga menilai perlunya APD dan suplemen bagi petugas PMI Kota Semarang yang turut membantu pemerintah dalam mencegah Covid-19, “Tenaga medis terus berdedikasi meski sarana dan prasarana terbatas seperti jumlah APD terutama baju hazmat yang makin hari makin menipis, bahkan ada sejumlah rumah sakit yang memanfaatkan jas hujan sebagai APD,” paparnya.

Selain dari PT Extra Joss, PMI juga menerima bantuan dari masyarakat, instansi dan komunitas melalui donasi peduli covid-19 melalui rekening PMI di Bank Jateng Capem Udinus No. 2099211698 atas nama PMI Kota Semarang.

Kepala Markas PMI Kota Semarang Endang Puji Astuti menambahkan, pihaknya telah memiliki standar operasional (SOP) yang berlaku untuk penugasan bagi semua staf dan relawan PMI, “PMI melakukan sesuai SOP yang ada diantaranya, semua petugas sebelumnya harus diperiksa kesehatannya, diberi vitamin, harus ada ijin dari suami/istri/ortu, dan diasuransikan,” jelasnya. (arh)