Polres Cimahi Polda Jabar Bekuk Remaja Pelaku Penusukan Di Padalarang

oleh
Polres Cimahi Polda Jabar Bekuk Remaja Pelaku Penusukan Di Padalarang
[ilustrasi]

CIMAHI,- Kapolres Cimahi Polda Jabar AKBP M. Yoris M.Y Marzuki, S.IK., menggelar konferensi pers terkait pengungkapan perkara tindak pidana penganiayaan yang terjadi di Kampung Pabrik Tahu RT 03 RW 08, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

Dalam peristiwa tersebut, yang menjadi korbannya adalah Adhitia Priana (18) warga Kampung Hegarmanah, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, dan Abdul Hafid (15) warga Cihaliwung Wetan, Desa Sukatani, Kecamatan Padalarang.

Tersangka penusukan yang kini diamankan pihak kepolisian berinisial JD (17), warga Kampung Simpati, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Drs. S. Erlangga menginformasikan kronologisnya bahwa pada hari Sabtu tanggal 25 April 2020 sekira pukul 20.30 WIB setelah Shalat Tarawih tepatnya di Kampung Pabrik Tahu RT 03 RW 08 Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, telah terjadi peristiwa perkelahian.

“Kejadian tersebut bermula dari adanya pertikaian antar dua kelompok, yaitu kelompok Kampung Bantar Gedang, Rizki dan kawan-kawan, serta kelompok Kampung Pabrik Tahu, Alfi dan kawan-kawan,” jelasnya.

Diterangkan lebih lanjut oleh Kabid Humas, ‚ÄúPermasalahan ini bermula dari kedua kelompok tersebut ingin menyelesaikan masalah pribadi antara Rizki dan Alfi, hingga pada akhirnya mereka membuat kesepakatan untuk bertemu tepatnya di sisi rel kereta api di Kampung Pabrik Tahu Desa Mekarsari, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Setelah mereka semua bertemu di tempat yang di janjikan, terjadi saling memaki antara dua kelompok tersebut dengan menggunakan kata-kata yang kasar,” urai Kabid Humas Polda Jabar.

Kabid Humas Polda Jabar mengatakan, karena terpicu emosi maka salah satu dari kelompok Alfi yakni Tekong melakukan pemukulan dan berkelahi dengan JD, pada saat itu JD terlihat dikeroyok dan posisi rekan-rekan saudara JD pada saat itu semuanya menghindar, masing – masing lari menyelamatkan diri karena takut akan keributan.

“Karena situasi memanas, akhirnya JD mengeluarkan sebilah pisau yang disimpan dari dalam jaketnya dan kemudian mengarahkan pisau tersebut ke arah Adytia dan Abdul Hapid, sehingga keduanya terluka dan dibawa ke Puskesmas Ngamprah. Kemudian setelah melakukan penikaman, JD langsung melarikan diri,” ungkap Kabid Humas.

Kemudian Kabid Humas Polda Jabar menuturkan kronologis penangkapan, “Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat terkait adanya kasus pertikaian tersebut, tim gabungan Resmob, Ranmor dan Polsek Padalarang melakukan penyidikan terkait dengan kasus itu. Dalam kurun waktu kurang lebih 1,5 (satu setengah) jam, Tim Gabungan Resmob, Ranmor dan Polsek Padalarang berhasil mengamankan pelaku penusukan JD di kediamannya Kp. Simpati RT. 03 RW. 05 Desa Cilame Kec. Ngamprah Kab. Bandung Barat,” terangnya.

Kemudian JD beserta 9 (sembilan) saksi lainnya diamankan ke Polres Cimahi untuk diperiksa dan ditindaklanjuti.

Barang bukti yang berhasil diamankan adalah 1 (satu) buah pisau, 1 (satu) baju milik korban dan 1 (satu) celana jeans milik korban.

“Pasal yang disangkakan kepada pelaku yaitu Pasal 80 Undang Undang RI No. 17 tahun 2016 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” tegas Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Drs. S. Erlangga.(*)