Politisi PKB Kendal Sebut Mantan Ketua PC Ansor Layak Jadi Bupati Kendal

oleh
Ketua DPRD Kendal H. Muhammad Makmun saat memberikan sambutan dalam pelantikan PC GP Ansor Kendal. (ist)

SorotNusantara.com , Kendal – Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) sebagai sebuah organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU) diakui sebagai kawah candradimuka pemuda NU. Terbukti, GP Ansor banyak menghasilkan kader yang mumpuni dalam kepemimpinan. Dari posisi jabatan pemerintahan desa hingga posisi pimpinan di tingkat daerah diisi oleh kader Ansor.

Ketua DPRD Kendal, H. Muhammad Makmun, mengakui dirinya bisa menduduki posisi saat ini diantaranya berkat rangkaian kaderisasi di organisasi badan otonom (Banom) NU tersebut.

Lebih lanjut, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kendal mengungkapkan, jenjang kepengurusan tertinggi yang pernah dijabatnya selama di Ansor adalah sebagai ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) di Kecamatan Kangkung. Sebagai sekretarisnya, waktu itu, Muhammad Ulil Amri, yang kemudian menjadi ketua Ansor Kabupaten Kendal.

Pernyataan itu disampaikan wakil rakyat yang melenggang dari Dapil 6 saat memberikan sambutan pada pelantikan pengurus Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Kendal masa khidmat 2020-2024 di ruang rapat paripurna DPRD Kendal, Minggu (26/7/2020).

“Kalau mantan ketua PAC Ansor bisa jadi ketua DPRD, mantan ketua PC Ansor harus bisa jadi bupati,” ucapnya disambut tepuk tangan meriah hadirin.

Prosesi pelantikan PC GP Ansor Kabupaten Kendal. (dok)

“Untuk Mas Mas Tino, cocoknya jadi gubernur. Hanya saja pintu masuknya lewat Kendal,” sambungnya.

Diketahui, Muhammad Ulil Amri atau yang akrab disapa Gus Ulil adalah mantan Ketua PC Ansor, yang saat ini menjadi ketua dewan penasehat PC GP Ansor Kendal yang baru dilantik. Sementara Tino Indra Wardono saat ini masih menjabat sebagai wakil ketua PW Ansor Jawa Tengah dan menduduki ketua DPD KNPI Jawa Tengah.

Ulil dan Tino saat ini tengah berjuang mendapatkan restu berupa rekomendasi calon bupati Kendal pada Pilkada 2020 dari DPP PDI Perjuangan. Dua bakal calon bupati Kendal penjaringan PDI Perjuangan ini sama-sama hadir di acara pelantikan PC GP Ansor Kendal.

Sementara, Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah, H Sholahudin Aly, mengapresiasi munculnya sejumlah kader Ansor yang meramaikan kontestasi Pilkada di Kendal. Menurut dia, hal ini menunjukkan kualitas kader Ansor yang memang layak menjadi pemimpin.

Namun demikian, pihaknya mengingatkan agar hajatan lima tahunan itu tidak merusak organisasi yang didirikan untuk tujuan yang lebih besar.

“Bedakan mana yang taktis dan mana yang strategis. Ansor itu organisasi, sebuah barisan, dan bukan kerumunan. Berjalannya tertib dengan arah tujuan yang sama,” tegas Gus Sholah.

Ucapan selamat diberikan Gus Ulil kepada jajaran pengurus yang baru saja dilantik. Sebagai ketua dewan penasehat, bakal calon bupati Kendal ini berharap kepengurusan yang sekarang bisa lebih baik. Tantangannya, katanya, bagaimana Ansor yang sudah besar ini bisa mandiri secara ekonomi dan merdeka secara politik.

“Karenanya, momen Pilkada ini, sikap Ansor tetap sesuai semangat organisasi menjadi benteng ajaran Aswaja. Saat ini, saya dan sahabat Tino sedang berikhtiar, mohon doa restunya, semoga bisa membuahkan hasil, terutama untuk membesarkan organisasi,” tutur Gus Ulil.

Ketua PC GP Ansor Kendal Misbahul Munir saat diwawancarai awak media. (ist)

Perlu diketahui, pelantikan pengurus PC Ansor Kendal masa khidmat 2020-2024 dilakukan oleh pimpinan pusat GP Ansor secara virtual. Dihadiri jajaran pengurus wilayah Ansor Jawa Tengah, Forkopimda dan undangan dari berbagai organisasi kepemudaan.

Prosesi pelantikan menggunakan protokol kesehatan, mulai dari mengenakan masker, dan menerapkan jarak fisik, termasuk antar tempat duduk.

PC GP Ansor Kendal di bawah kepemimpinan Misbahul Munir diharap tetap menjaga komitmen yang menjadi garis perjuangan organisasi. Munir yang baru dilantik juga mendorong seluruh jajaran pengurus dan kader untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman agar tidak ketinggalan.

“Saat ini semua sudah serba IT dan digital. Wajib hukumnya kader Ansor untuk menguasai teknologi agar tidak ketinggalan. Dalam bergerak tentunya kita bisa menyesuaikan dengan semangat zaman, dengan tetap berpegang teguh pada prinsip dan tradisi,” pungkasnya. (arh)