,

PMI Banjarnegara Intensifkan Ajakan Tertib Protokol Kesehatan di Objek Wisata

oleh
Salah seorang relawan PMI saat mengingatkan pengunjung untuk mengenakan masker dengan benar. (arh)

SOROTNUSANTARA.COM , Banjarnegara – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara mengintensifkan ajakan tertib menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di objek wisata.

Menurut Ketua PMI Kabupaten Banjarnegara dr Amalia Desiana, hal itu dilakukan selaras dengan dibukanya akses wisata oleh Gubernur Jawa Tengah.

“Meski jumlah pengunjung wisata masih dibatasi, kita harus tetap waspada. Minimal kita harus sayang pada diri kita, yakni dengan selalu menerapkan protokol kesehatan setiap saat, terlebih jika keluar rumah,” kata Amalia di markas PMI Banjarnegara, Minggu (11/10/2020).

Salah satu yang menjadi sasaran utama adalah destinasi wisata dataran tinggi Dieng yang merupakan ikon wisata primadona Bumi Gilar Gilar dan menjadi magnet wisatawan, baik domestik maupun manca negara.

“Optimalisasi penerapan protokol kesehatan di objek wisata dimaksudkan agar masyarakat tidak lupa dan selalu waspada bahwa Covid-19 masih ada, terlebih di tempat yang wisata, ketemu banyak orang dari berbagai daerah dan belum tentu saling kenal, tidak paham riwayat kesehatan dan perjalanannya,” tuturnya.

Amalia berharap, usaha pemerintah dalam menjaga perekonomian diimbangi oleh ketertiban masyarakat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Kami harap masyarakat sadar untuk meminimalisir potensi tersebarnya Covid-19,” tuturnya.

Humas PMI Banjarnegara M. Alwan Rifai mengatakan, Relawan PMI tetap konsisten dan bergerak membantu pemerintah dalam mengatasi berbagai masalah sosial, kemasyarakatan dan kemanusiaan termasuk kegiatan pencegahan Covid-19 yang sudah berjalan sejak Februari kemarin.

“Berbagai upaya dan langkah nyata telah dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 seperti dengan penyemprotan disinfektan, sosialisasi, pembagian masker, edukasi masyarakat, penyebaran pamflet dan layanan psikososial Covid-19,” ujarnya.

Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terus dilakukan oleh PMI Banjarnegara dengan mengoptimalkan peran relawan, tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) desa dan Palang Merah Remaja (PMR) sebagai agen perubahan di sekolah sekaligus sebagai penanaman jiwa sosial kemanusiaan.

“Melalui PMR kami ajak pelajar untuk peduli sesama, sedangkan Sibat kita gerakkan untuk lebih kreatif dalam promosi kesehatan,” ucapnya. (arh)