,

Pilwalkot Semarang Catat Sejarah Baru Pilkada

oleh
Logo KPU Pilkada serentak (dok/ist)

SOROTNUSANTARA.COM , Semarang – Pemilihan Umum Wali Kota (Pilwalkot) Semarang mencatatkan sejarah baru dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada). Sebab, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota petahana Hendrar Prihadi dengan Hevearita Gunaryanti Rahayu dipastikan tanpa lawan.

Sebab, pencalonan kembali Hendi-Ita dalam Pilwalkot 2020 didukung partai dari DPRD yang berjumlah sembilan, terdiri dari PDI Perjuangan, Partai Golkar, PKB, Partai Demokrat, PKS, Partai Gerindra, PAN, Partai Nasdem dan PSI.

Tak hanya itu, ada pula lima partai non parlemen DPRD Kota Semarang yang juga menyatakan dukungan, yaitu PKPI, Partai Hanura, Partai Berkarya, PBB dan PPP.

Sabtu (12/9/2020). Dilansir dari Tribun Jateng, Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi, yang merupakan calon Wali Kota Semarang petahana menyampaikan rasa terima kasihnya atas seluruh partai politik di Kota Semarang yang telah mendeklarasikan dukungan kepada dirinya.

Deklarasi dukungan tersebut, kata Hendi, merupakan tahap awal menuju pertempuran yang sesungguhnya pada tanggal 9 Desember 2020, “Sejarah bagi Kota Semarang, ada pasangan calon yang didukung oleh seluruh partai politik. Alhamdulillah, dan terima kasih semua parpol berkumpul,” tuturnya.

Karena itu, ia mendorong seluruh warga Kota Semarang untuk menyukseskan Pilwalkot, “Kami juga berharap seluruh warga Kota Semarang, pada tanggal 9 Desember 2020 nanti datang ke TPS untuk mencoblos,” tekannya.

Lebih lanjut, Hendi berharap selama empat tahun ke depan semua partai yang sudah menyatakan dukungan dapat bersama-sama membangun Kota Semarang lebih baik.

Ketua DPW PKB Jateng KH Yusuf Chudlori saat menyerahkan rekomendasi kepada bakal calon wali kota Semarang Hendrar Prihadi. (arh)

Salah satu contohnya pada 2021 mendatang, sambungnya, ada hal mendesak yang harus dilakukan, yakni membangkitkan ekonomi yang berjalan tertatih atau bahkan terpuruk akibat pandemi Covid-19, “Ingin kami, jika diridoi Allah, pertandingan dalam konteks pemilu itu hanya bekerja 5 tahun sekali. Tapi, 4 tahun kedepan kita harus bareng membangun kota Semarang lebih baik dan top markotop,” tegasnya.

Terpisah, Ketua KPU Semarang, Henry Casandra Gultom, mengatakan perpanjangan pendaftaran dilakukan mulai tanggal 10 September hingga 12 September (hari ini), “Berdasarkan rapat pleno, pendaftaran dilakukan tanggal 10-12 September,” kata Nanda, sapaan akrabnya, dikutip dari RMOLJateng.

Nanda menilai, segala kemungkinan masih dapat terjadi dalam kontestasi politik. Menurutnya perubahan rekomendasi partai masih memungkinkan karena dinamika politik. Dia mencontohkan, pilkada Karanganyar beberapa waktu lalu. Kata dia, setelah adanya perpanjangan pendaftaran, perubahan komposisi terjadi.

“Sehingga kami jalankan sesuai mekanisme yang berlaku. Kami tunggu sampai batas waktu yang ditentukan, hingga nanti kami umumkan,” imbuhnya. (arh)