,

Pilkada Kendal, PKB Jateng Masih Tunggu Keputusan DPP

oleh
Ketua DPW PKB Jateng KH Yusuf Chudlori saat jumpa pers rekomendasi Pilkada di Kantor DPW PKB Jateng. (arh)

SOROTNUSANTARA.COM , Magelang – Pendaftaran pasangan bakal calon bupati/wali kota untuk mengikuti Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 hampir dibuka. Namun hingga hari ini, Senin (31/8/2020), Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah KH. Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) mengatakan masih menunggu rekomendasi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB untuk Kota Magelang dan Kabupaten Kendal.

Dikatakan, pihaknya hanya menunggu rekomendasi dua daerah tersebut dari 21 kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada serentak 9 Desember 2020 nanti, “Belum keluarnya rekomendasi dari DPP PKB untuk dua daerah tersebut karena masih ada dinamika,” kata Gus Yusuf dalam siaran persnya belum lama ini.

Melansir dari laman Tribun Jateng, Gus Yusuf menerangkan saat ini proses untuk menentukan bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati di Kendal belum selesai. Untuk bakal calon bupati, ia menyebut sudah mantap akan mengusung kader. Namun dia tidak menyebutkan nama kader tersebut.

“Kendal mantap mengusung kader. Saat ini sedang pembicaraan akhir dengan bakal calon wakil bupati,” ucapnya kepada Tribun Jateng, Jumat (28/8/2020).

Meski demikian, ia enggan menyebut latar belakang bakal calon wakil bupati yang dimaksud. Memperhatikan posisi PKB sebagai partai pemenang di Kendal tentu potensial mengusung pasangan calon secara mandiri tanpa berkoalisi.

Ketika ditanya apakah ada komunikasi dengan petahana Bupati Kendal, Mirna Annisa, Gus Yusuf menuturkan komunikasi dengan semua pihak terus dilakukan. Namun, saat ditanya peluang petahana atau incumbent merapat ke PKB? Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang itu menjawab tidak ada peluang, “Sepertinya tidak. Karena petahana tidak pernah mendaftar ke PKB,” ucapnya.

Foto bersama jajaran pengurus DPW PKB Jateng dengan Gibran (arh)

Sementara, harian Antara mengabarkan Gus Yusuf menyampaikan seluruh proses telah disampaikan kepada DPP PKB, baik menyangkut kelebihan maupun kekurangan calon yang diajukan.

“Masih ada dinamika. Seluruh proses sudah kita sampaikan, ibaratnya DPW kan fasilitator. Jadi kita ngracik masakan-masakan, saya serahkan DPP mencicipi mana yang cocok, karena DPP yang mempertimbangkan dari sisi politiknya,” katanya.

Menurut dia pihaknya sudah memberikan pertimbangan, kondisi di bawah seperti ini, plus minus pasangan sudah disampaikan, tinggal DPP nanti yang mengeluarkan rekomendasi.

Karenanya ia berharap rekomendasi Pilkada untuk dua daerah tersebut segera keluar, “Kami berharap minggu-minggu ini, maksimal akhir Agustus 2020 sudah keluar agar kita juga bisa prologlah karena tugas lapangan tetap kita. Jadi sebelum rekomendasi keluar, kita sudah prolog ke kiai-kiai, ke stakeholder PKB agar begitu rekomendasi keluar tidak kaget. Agar nanti rekomendasi itu betul-betul bisa diamankan oleh seluruh kader PKB di daerah,” katanya.

Ketika disinggung mengenai target dari 21 kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 nanti, pihaknya menargetkan bisa memenangkan di 10 kabupaten/kota.

Ia menyampaikan target 10 kabupaten/kota tersebut karena PKB mencalonkan kadernya sendiri baik posisi sebagai bupati maupun wakil bupati, “PKB jelas ikut berpartisipasi di semua daerah. Tetapi, kita juga sadar soal kekuatan, maka kalau boleh menarget kita hanya di 10 kabupaten. Itu yang istilahnya betul-betul kader kita,” tegasnya. (arh)