,

Pilih Jokowi Karena Prabowo Sandinya Susah

by
Kepala Divisi Khusus Tjakara 19, Budi Santoso saat memberikan pengarahan pada Relawan Tjakra Kota Semarang

sorotnusantara.com , Kepala Divisi Khusus Tjakara 19, Budi Santoso memberikan pengarahan pada relawan Tjakra 19 Kota Semarang dalam rapat koordinasi pemenangan pasangan calon (Paslon) nomor 1, Joko Widodo atau Jokowi dengan KH Ma’ruf Amin di Rumah Makan Simpang Raya Semarang, Senin (21/1/2019) sore. Budi dengan mudah memberikan tips, yakni dengan dua kata kunci, Jokowi dan Amin.

“Kalau saya katakan Jokowi, jawabnya?,” kata Budi, yang langsung dijawab “Amin,” oleh para peserta dengan kompak, “Kok pilih Jokowi kenapa? Karena kalau pilih Prabowo, sandinya susah,” sambungnya yang disambut tawa para peserta.

Budi menegaskan, dalam sosialisasi tak perlu menyebut kandidat lain. Sebab, fokus dalam pemilihan presiden (Pilpres) hanya memenangkan Jokowi-Amin. Karenanya ia berharap kreatifitas dari para relawan Tjakra 19 #JokowiLagi Kota Semarang dalam bersosialisasi.

Lebih lanjut Budi mengingatkan, selain berbicara tentang prestasi, perlu dipertegas bahwa alasan memilih Jokowi sebagai presiden untuk kali kedua karena ketegasan seorang Jokowi. Menurutnya, Jokowi luar biasa. Meski tak memiliki latar belakang militer dan tidak menunjukkan gestur yang gagah, namun Jokowi dengan tegas menjaga kedaulatan negara dari bahaya laten (bahaya dari dalam negeri,red)

“Jokowi berani mengeluarkan bahaya laten dari bawah meja ke atas meja,” kata Budi, “Kalau sebelumnya bahaya laten ini hanya dimanfaatkan untuk kepentingan pencitraan. Masih ingat 2010? Hizbut Tahrir difasilitasi untuk pertemuan internasional di Indonesia,” tandasnya, “tapi kalau Jokowi jelas, Organisasinya dibubarkan dan ideologinya dinyatakan terlarang,” tegasnya.

Ketua Relawan Tjakra 19 #JokowiLagi Kota Semarang, M. Busro saat menyampaikan laporan kegiatannya pada para pengurus pusat Tjakra 19

Sementara, ketua Tjakra Kota Semarang, M. Busro menegaskan untuk tidak banyak membuang energi dengan membahas kubu lawan. Menurutnya, fokus relawan Tjakra 19 adalah memastikan suara sesuai yang ditargetkan.

“Kita sadari hoaksnya memang luar biasa,” kata Busro saat diwawancarai awak media, “karena itu klarifikasi kabar bohong dan fitnah itu hanya seperlunya saja. Energi yang ada lebih baik dimanfaatkan untuk menerangkan kepada masyarakat tentang keberhasilan Jokowi selama menjadi presiden pada periode pertamanya,” terangnya.

Lebih lanjut Busro menerangkan, banyak masyarakat yang butuh penjelasan tentang keberhasilan Jokowi dalam menempatkan orang yang tepat di dalam kabinet kerjanya. Sehingga pemerintah saat ini memiliki capaian tersendiri di berbagai bidang. Dia mencontohkan pogram Pendamping Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dibuat oleh Menteri Khofifah (sekarang Gubernur Jawa Timur) sebagai program yang lebih baik dan mendidik daripada program BLT (Bantuan Langsung Tunai).

Selain itu, Busro berharap agar para relawan tetap solid dengan peningkatan koordinas dengan berbagai komunitas yang turut bergabung di dalam relawan Tjakara 19. Menuju suksesi Jokowi menjadi presiden pada periode kedua, Busro optimis timnya akan terus bergerak ke akar rumput.

“Relawan Tjakra memiliki basis massa yang jelas. Sosialisasi lebih mengena dari paparan keberhasilan atau prestasi Jokowi saat ini dan ditutup dengan tata cara memilih. Kita optimis tahun Pilpres 2019, Jokowi lagi presidennya,” tegasnya. (arh)