,

Pergerakan Tanah di Sembawa Masih Terjadi

oleh
Para relawan saat melakukan pemetaan lokasi rawan bencana di Banjarnegara. (dok)

SOROTNUSANTARA.COM , Banjarnegara – Pergerakan tanah yang terjadi di Desa Sembawa RT 3 dan 4 RW 1 Kecamatan Kalibening Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah mengakibatkan 3 rumah mengalami rusak berat, 5 rumah rusak sedang dan 10 rumah mengalami rusak ringan.

Bahkan, dampaknya pergerakan tanah masih terjadi hingga saat ini, meski dengan kategori rambatan pelan. Oleh karena itu masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap segala kemungkinan yang tak diinginkan.

“Masyarakat kami himbau untuk tetap tenang, siaga dan waspada. Terlebih saat hujan turun dengan intensitas tinggi dan durasi yang lama, jangan terlalu lelap tidur serta selalu berkoordinasi dengan perangkat desa,” kata Ketua Bidang (Kabid) Penanggulangan Bencana Alam Palang Merah Indonesia (PMI) Banjarnegara Andri Sulistyo dalam siaran pers yang diterima Sorot Nusantara, Rabu (13/1/2021).

Sejauh ini 3 kepala keluarga (KK) diungsikan ke rumah saudaranya, pemantauan dan pengecekan lokasi dan titik titik pergerakan tanah rutin dilakukan oleh relawan PMI Banjarnegara bersama tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Desa Sirukem dan Ketosari. Secara kompak, para aktivis kemanusiaan tersebut menyisir dampak lokasi pergerakan tanah.

Para relawan saat melakukan pemetaan lokasi rawan bencana di Banjarnegara. (dok)

“PMI Kabupaten Banjarnegara terus intens melakukan kordinasi dengan PMI Kecamatan Kalibening dan telah mengirimkan bantuan darurat logistik untuk 3 kebutuhan 5 hari, hygiene kit dan paket disinveksi mandiri kepada seluruh korban terdampak yang berjumlah 18 KK,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, sosialisasi mitgasi bencana dan protokol kesehatan Covid-19 juga dilakukan sebagai upaya pencegahan. Sementara hal itu berlangsung untuk menanti hasil koordinasi, langkah dan penanganan terpadu bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara terkait langkah dan upaya darurat yang akan dilakukan.

Hal senada dikatakan Ketua PMI Kabupaten Banjarnegara Amalia Desiana, pihaknya meminta masyarakat untuk mematuhi imbauan dan arahan dari PMI. Sebab, dirinya masih melakukan pemantauan dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait kebencanaan agar dapat merespon cepat hal yang terjadi.

“Kami yakin para relawan bisa menjaga agar masyarakat tetap tenang, waspada dan mematuhi arahan yang ada, baik terkait kewaspadaan terhadap musibah bencana alam maupun penerapan protokol kesehatan,” pungkasnya. (alw/arh)