Penasihat Muslimat NU Semarang Ingatkan Hoax Seputar Corona

oleh
16 PAC Muslimat NU Kota Semarang saat breafing penyaluran bantuan dari PT Sido Muncul di PCNU Kota Semarang, Selasa (21/4/2020) [ft.arh]

SorotNusantara.com , Semarang – Penasihat Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Semarang Dra. Hj. Ida Masruroh Hakim mengingatkan pada kadernya untuk mewaspadai kabar bohong atau hoax seputar Corona Virus Disease atau Covid-19.

“Ada banyak kabar yang perlu diklarifikasi tentang virus Corona, “kata Ida saat memberikan pengarahan teknis penyaluran bantuan 1000 paket sembako dari PT Sido Mucul di halaman PCNU Kota Semarang, Jalan Puspogiwang I / 47 Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (21/4/2020) siang.

Dikonfirmasi lebih lanjut hoax yang dimaksud, Ida menjelaskan ada kabar tak jelas yang menyebut virus Corona sengaja diciptakan sebagai senjata pemusnah massal untuk membunuh manusia, terutama umat Islam. “Nah ini perlu diluruskan, di Muslimat memang pernah dapat pelatihan dan deklarasi anti hoax tapi untuk bisa mengetahui mana hoax dan bukan tidak tahu karena harus ada pelatihan khusus dan berkelanjutan,” jelasnya.

Untuk itu, sambungnya, ia meminta pada semua kader dalam menyalurkan bantuan melakukan klarifikasi sesuai ajaran para kiai NU yang mengambil hikmah dibalik sebuah musibah maupun wabah. “Kita semua jadi lebih peduli sesama dan lebih peduli terhadap kesehatan maupun kebersihan,” tuturnya.

Penyerahan bantuan secara simbolis dari Bagian Promosi PT Sido Muncul area Jawa Tengah Wiratno kepada perwakilan PW Muslimat NU Jawa Tengah didampingi Ketua PC Muslimat NU Kota Semarang di PCNU Kota Semarang, Selasa (21/4/2020). [ft.arh]
Sementara Bidang Sosial Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Jateng Hj. Umiyati Humam, SE saat menerima bantuan secara simbolis dari PT Sido Muncul, “Kami sampaikan terima kasih atas kepercayaan PT Sido Muncul melalui Muslimat NU untuk aksi sosial penanggulangan dampak ekonomi wabah Covid-19,” kata Umiyati

Meski demikian, Umiyati berharap bantuan kemanusiaan tersebut bukan dalam kerangka yang terbatas pada kasus wabah global Covid-19. Lebih dari itu, ia menginginkan kerja sama di berbagai kegiatan. Ditegaskannya, Muslimat NU memiliki anggota secara rutin berkumpul untuk pembinaan keagamaan dan terstruktur dalam kepengurusan dari tingkat nasional sampai tingkat desa atau kelurahan.

“Jangan hanya karena Covid-19 ini saja kita bekerjasama, tapi kami harap terus berlanjut. Muslimat NU siap bekerja sama untuk kegiatan sosial selanjutnya,” terangnya.

Hal senada ditegaskan Ketua Pimpinan Cabang (PC) Muslimat NU Kota Semarang Hj. Muslimatin Djatmiko yang menyatakan Muslimat NU Kota Semarang sebagai badan otonom NU terus ia dorong untuk berperan aktif di kegiatan sosial masyarakat.

“Yang disampaikan bu Human itu sudah komplit, saya hanya menambahkan saja bahwa kader Muslimat, khususnya di Kota Semarang ini memang didorong untuk memiliki peran sosial di masyarakat, bukan hanya perkumpulan ngaji rutin,” tandasnya. (arh).