,

Pemuda Cinta Indonesia Tolak Kehadiran KAMI di Jateng

oleh
Aliansi Pemuda Cinta Indonesia (APCI) menggelar aksi menolak kehadiran Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI)

SOROTNUSANTARA.COM , Semarang – Pemuda hari ini adalah pemimpin di masa depan. Karena itu pemuda yang cinta tanah air akan berjuang dengan berbagai cara untuk menunjukkan kecintaannya terhadap Indonesia.

Petuah bijak tersebut agaknya menginsipirasi puluhan pemuda, mahasiswa dan warga Jawa Tengah yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Cinta Indonesia (APCI) menggelar aksi menolak kehadiran Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di halaman Susan House Jl. KH. Ahmad Dahlan No. 49 Semarang, Minggu (6/9/2020).

Aksi tersebut menyusul adanya deklarasi KAMI di dalam gedung tersebut.

Mereka melakukan long murch dari depan Indomart Jl. KH. Ahmad Dahlan Semarang menuju Susan House sambil membentangkan spanduk dan beberapa poster. Sejauh berjalan kurang lebih 500 meter tersebut, beberapa tulisan penolakan terpampang di poster.

Nampak jelas beberapa tulisan; Jaga Persatuan NKRI, Jateng Aman, KAMI Jangan Gaduh, Solidaritas Bangun Indonesia, Warga Tolak KAMI di Jateng.

Koordinator Aksi (Korak) Qori Setiawan dalam orasinya menuturkan, Aliansi Pemuda Cinta Indonesia ingin jateng fokus pada upaya bahu membahu penanganan Covid-19, bukan dengan gerakan moral yang multitafsir.

Kacu, sapaan Qori Setiawan menyatakan, pihaknya ingin sama-sama bergandengan tangan menjaga iklim Jateng yang sejuk, aman, tentram dan jauh dari kegaduhan politik sehingga masyarakat bisa fokus untuk memperbaiki ekonominya.

“Kita itu bingung dengan munculnya KAMI, Koalisi aksi menyelamatkan Indonesia. Sebenernya apa yang di selamatkan?,” tegasnya.

Menurut Kacu, alangkah baik jika semua elemen bersama-sama fokus untuk menangani pandemi Covid -19 dan memulihkan ekonomi masyarakat dengan menjaga keharmonisan, saling beli produk tetangga, teman maupun saudara. Sebab, lanjutnya, hal itu akan lebih bermanfaat untuk masyarakat Jateng.

“Atas dasar tersebut, kami pemuda-pemuda dan warga Jawa Tengah yang tergabung di APCI menolak dengan tegas kehadiran KAMI di Jateng,” tegasnya.

Sementara, Koordinator Lapangan (Koorlap), M. Zuhud Amri menambahkan, sejatinya dalam perspektif organisasi atau perkumpulan apapun tidak bisa dilarang kecuali organisasi terlarang dan mengindikasikan ingin merubah pancasila atau organisasi yang berpotensi membuat makar.

“Karena dalam situasi dan kondisi Indonesia, khususnya Jawa Tengah hari ini masih terdampak pandemi Covid-19. Harusnya kita bergotong-royong bareng untuk menyelesaikan bersama-sama, karena ini menyangkut kemaslahatan masyarakat. Bukan malah jadi ajang kepentingan. Saya kira Jawa Tengah harus bersih dari gerakan-gerakan yang tidak jelas,” bebernya. (arh)