,

Pembaretan Banser Ketapang, PCNU Ingatkan Jangan Hanya Lihat Seragam

oleh
Wakil Ketua PCNU Ketapang Herisas saat memberikan sambutan kegiatan di halaman PP Al-Ghufron, Jalan Gatot Subroto, Paya Kumang, Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. (dok)

SorotNusantara.com , Ketapang – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan organisasi para militer Nahdlatul Ulama (NU) yang terstruktur sebagai bagian dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor. Memperhatikan hal itu Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ketapang Bidang Pemberdayaan SDM Herisas mengingatkan agar para kader tak melihat kegagahan organisasi dari seragam.

“Jangan melihat Banser hanya dari sisi seragam loreng dengan kelengkapan atributnya. Akan tetapi perhatikanlah Banser sebagai kader NU yang terdepan dalam menjaga NKRI,” kata Herisas dalam pembaretan anggota Banser Ketapang angkatan keempat di halaman PP Al-Ghufron, Jalan Gatot Subroto, Paya Kumang, Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat baru-baru ini.

Kepada sorot nusantara, Rabu (19/8/2020), ia menuturkan Banser menjaga Negara Kesatuan Negara Republik Indonesia bisa diwujudkan melalui kegiatan, dan berbagai aktifitas yang lebih memberikan kontribusi bagi agama, nusa dan bangsa.

“Selain itu, kelayakan seorang kader Banser juga dilihat dari penggemblengan spirit, mental dan sikap sebagai kader NU,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Herisas menegaskan rangkaian kegiatan pendidikan dan pelatihan dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) merupakan proses mencetak kader NU yang peduli dan siap menjaga negara.

“Saya menegaskan kepada seluruh Banser yang mengikuti pembaretan, bahwa prosesi pembaretan yang kalian ikuti ini merupakan kelayakan seorang kader Banser setelah dinyatakan lulus Diklatsar,” ujarnya.

Ia pun berharap kader yang mengikuti pembaretan memiliki semangat, mental sebagai kader NU dan sebagai tentara NU yang siap membela NKRI dan Pancasila. Ia bahkan menyebut jutaan Banser di seluruh Indonesia siap dengan tenaga dan pikiran, bahkan nyawa sekalipun untuk mempertahankan dan memperjuangkan ideologi Aswaja NU dan keutuhan NKRI. “Berbanggalah kalian,” tandasnya.

Tak hanya itu, Herisas juga membakar semangat Banser dengan menyatakan bangga terhadap Gerakan Pemuda (GP) Ansor sebagai organisasi besar yang memiliki anggota tujuh juta lebih menjadi anggota Banser dan tetap konsisten mengikuti instruksi dan patuh kepada pimpinan.

“Saya berbangga sekali, saya sangat berbangga, apalagi hanya pikiran, tenaga dan harta. Kalau kalian bersedia mengorbankan nyawa untuk NU dan NKRI, sayapun siap bersama kalian,” tegas Herisas berapi-api seraya diiringi ucapan salawat nabi.

Wakil Ketua PCNU Ketapang Herisas saat memberikan sambutan kegiatan di halaman PP Al-Ghufron, Jalan Gatot Subroto, Paya Kumang, Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. (dok)

Selain itu, ia juga berharap pembaretan menjadi tanda generasi yang akan membesarkan Ansor-Banser di Kabupaten Ketapang, “Mudah-mudahan dengan semangat ini, kami sebagai orang tua dan seluruh jajaran NU Ketapang, khususnya dan ketua NU Ketapang pasti akan mem-back up kalian, baik secara pribadi maupun secara kelembagaan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Rais Syuriah KH Moh. Faisol Maksum, dan Ketua Tanfidziah H Satuki Hudin menyaksikan dan mendoakan kesuksesan para pemuda NU yang resmi menjadi anggota Banser.

Menurut Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Kabupaten Ketapang Mex Namara, pembaretan Banser Ketapang dilaksanakan selama dua hari dengan menerapkan protokol kesehatan terhadap 40 peserta dari beberapa kecamatan yang sudah dinyatakan lulus Diklatsar Banser Ketapang.

Namara mengaku bersyukur karena pembaretan di pesantren milik Rais Syuriah PCNU Kabupaten Ketapang, “Seluruh peserta anggota banser yang mengikuti pembaretan dibaiat langsung oleh Rais Syuriyah PCNU Ketapang dimana beliau juga didampingi Ketua Tanfidziyah PCNU dan pengurus lainnya,” ucapnya.

Dijelaskannya, Diklatsar Banser dan Fatser diikuti sekitar 40 peserta yang sudah mendaftar ulang. Mereka datang dari beberapa kecamatan yang pernah mengikuti Diklatsar beberapa bulan yang lalu di Ketapang.

“Kita targetkan kegiatan ini diikuti 60 peserta. Hanya saja ada beberapa anggota tidak bisa mengikuti karena tidak mendapatkan ijin keluar dari perusahaan tempat ia bekerja,” ungkapnya. (yadi,arh)