Pembangunan SPALDT Di Desa Kutamandiri Sumedang Hampir Rampung

oleh
Pembangunan SPALDT Di Desa Kutamandiri Sumedang Hampir Rampung
Pembuatan saluran koneksi Sanimas SPALDT atau septictank komunal di Desa Kutamandiri, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

KAB. SUMEDANG, sorotnusantara.com,- Pembangunan sarana Sanimas SPALDT (Sistem Pengolahan Air Limbah Domestik Terpusat) atau septictank komunal di Desa Kutamandiri, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, kini sudah hampir rampung.

Hal tersebut disampaikan oleh Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 15/Sumedang Serka Eri Krisyana, saat dikonfirmasi oleh pewarta, Rabu (18/11/2020).

Alhamdulillah, saat ini pembangunan Sanimas di Desa Kutamandiri, Kecamatan Tanjungsari, on progress,” ucap Dansub 21-15 yang kerap memantau pembangunan SPALDT dan TPS3R program Citarum Harum di wilayah tugasnya.

Diterangkan oleh Serka Eri Krisyana atau yang akrab dipanggil dengan sebutan Serka Erik ini bahwa sarana Sanimas yang sedang dibangun di Desa Kutamandiri berada di dua titik lokasi.

“Pembangunan Sanimas Citarum Harum di Desa Kutamandiri ini ada di dua lokasi, yakni di RT 12 RW 02 dan di RT 05 RW 13,” terangnya.

“Saat ini pembangunannya dalam tahap pembangunan koneksi pipa sambungan rumah,” tambah Serka Erik.

Ia berharap pembangunan yang dilaksanakan secara swadaya masyarakat ini bisa rampung sesuai dengan target.

“Saya berharap warga sekitar yang mendapatkan program Sanimas atau TPS3R Citarum Harum bisa segera merasakan manfaatnya dari program tersebut, karena tujuan dari pemerintah untuk program tersebut adalah meningkatkan kenyamanan dan kesehatan masyarakat, khususnya masyarakat yang berada d sekitaran bantaran sungai,” harapnya.

Harapan dari jajaran TNI Satgas Citarum sangat beralasan, pasalnya Kabupaten Sumedang merupakan bagian hulu dari anak Sungai Citarum.

“Wilayah Kabupaten Sumedang merupakan hulu dari anak Sungai Citarum yang sungainya mengalir ke wilayah yang ada di kabupaten Bandung, bisa dibayangkan kalau seandainya warga Kabupaten Sumedang di wilayah anak Sungai Citarum ini membuang sampah dan tidak memiliki septictank dan langsung dibuang ke sungai, pasti tidak hanya wilayah Kabupaten Sumedang yang merasakan dampak negatifnya tetapi sampai ke wilayah lainnya,” urainya.

Oleh sebab itu, Serka Erik pada kesempatan ini mendorong kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan kelestarian sungai.

“Mari kita jaga lingkungan sekitar kita, terutama sungai, agar ekosistem yang ada di sungai tetap terjaga dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Serka Erik.

Pembangunan Sanimas atau SPALDT di Desa Kutamandiri ini masing-masing mengintegrasikan sekitar 70 sambungan rumah.

[St]