,

Pasangan Balon Bupati Kendal Sudah Resmi 2, Bagaimana Nasib Petahana Bupati Mirna Annisa?

oleh
Poster koalisi P Golkar, P Demokrat, PAN, dan PKS, mengusung Dico-Basuki yang beredar di media sosial. (ist)

SOROTNUSANTARA.COM , Kendal – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan telah menentukan Tino Indra Wardono sebagai kandidat maju dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) sebagai calon bupati Kendal. Mendampingi Mas Tino (sapaan akrab Tino Indra Wardono), PDI Perjuangan telah mantab berkoalisi dengan Partai Persatuan Pembangunan dan menyandingkan Mas Tino dengan Ketua DPC Partai Persatuan Pembanguan (PPP) Kabupaten Kendal, KH Mukh Mustamsikin.

“Ya, benar. Alhamdulillah sudah dapat rekomendasi. Selanjutnya kita lakukan sosialisasi ke semua komponen karena bagaimanapun pendaftaran sudah dekat,” kata Mustamsikin saat dikonfirmasi Sorot Nusantara, Minggu (31/8/2020).

Hal senada dikatakan Mas Tino, aktifis organisasi kepemudaan Jawa Tengah ini menyatakan siap bersama Mustamsikin mempersembahkan kemenangan bagi koalisi PDI Perjuangan dan PPP di Pilkada nanti.

“Saya sudah langsung koordinasi dengan pak Mustamsikin dan kami ingin cepat turun ke lapangan. Kita juga siap satu tujuan dengan pak Mustamsikin, memenangkan Pilkada nanti. Visi dan misi kita juga sudah sama yakni memajukan Kendal. Kami siap bekerjasama dan mengajak partai politik lain untuk bergabung bersama kami demi membangun Kabupaten Kendal,” tandasnya.

Poster koalisi PDIP dan PPP mengusung Tino – Mustamsikin yang beredar di media sosial. (ist)

Dengan resminya pasangan calon dari PDIP-PPP dalam Pilkada 2020, sejumlah nama yang sempat muncul dalam bursa bakal calon bupati Kendal penjaringan PDI Perjuangan telah tertutup. Lalu bagaimana nasib petahana Bupati Kendal Mirna Annisa?

Nama Mirna Annisa sempat masuk dalam bursa calon Bupati Kendal penjaringan PDIP bersama Muhammad Ulil Amri (mantan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Kendal), dan Falah Widya Yoga Pratama, putra Hendy Boedoro, Bupati Kendal dua periode, 2000-2005, dan 2005-2008 dengan Widya Kandi Susanti Bupati Kendal 2010-2015.

Menariknya, Mirna pernah menjalani sesi tes kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dan wawancara di Panti Marhaen Kantor DPD PDIP Jateng pada Sabtu (21/12/2019) lalu. Sebagaimana diketahui, tes tersebut dikhususkan bagi para bakal calon bupati/wali kota dan wakil yang akan diusung dalam pemilihan kepala daerah serentak pada akhir tahun 2020.

Namun, bupati yang juga seorang dokter itu mengaku tidak mendaftar di partai berlambang banteng kekar moncong putih, “Saya juga kaget dapat undangan untuk datang ke DPD (PDIP Jateng). Saya juga tidak pernah daftar (jadi bakal calon PDIP),” ucapnya saat itu pada beberapa awak media. Ia memang tidak bicara banyak terkait keikutsertaannya dalam mekanisme tersebut.

Ketua Panitia Pendaftaran Bakal Calon DPD PDIP Jateng, Abang Baginda, saat itu mengatakan bahwa Mirna tidak mendaftar di DPC Kendal maupun DPD PDIP Jateng. Karena itu, ia menduga Mirna mendaftar langsung di DPP PDIP.

Nasib Mirna dipertanyakan lantaran pendaftaran pasangan calon kian mepet, yakni pada 4-6 September 2020. Santer kabar Mirna didukung ratusan kiai untuk maju kembali dalam Pilkada 2020, dan partai yang sudah menyatakan siap mengusungnya yakni Gerindra. Kendati demikian, rekomendasi resmi dari DPP Gerindra belum keluar.

Poster pasangan calon Bupati Kendal dari PKB Ustaz Ali Nuruddin dan Hj Niken Larasati yang beredar di media sosial (ist)

Perlu diketahui, Gerindra jika ingin mengusung Mirna harus berkoalisi dengan partai lain. Sebab partai besutan Prabowo Subiyanto hanya memperoleh 6 kursi di DPRD Kendal, sedangkan syarat minimal jumlah kursi jika ingin mengusung calon di Pilkada Kendal berjumlah 9 kursi.

Saat ini, partai yang juga sudah resmi memberikan rekomendasi dalam Pilkada Kendal yaitu, Partai Golkar dan Partai Demokrat telah resmi mengusung pasangan DIBAS (Dico Ganundito dengan H Windu Suko Basuki). Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pun menyusul berkoalisi, menyatakan mendukung keduanya.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai partai peraih suara terbanyak dengan 10 kursi di DPRD Kendal sudah mantab tanpa koalisi (saat ini) mengusung Ketua Dewan Suro PKB Kabupaten Kendal Ustaz Ali Nuruddin sebagai bakal calon bupati.

Santer dikabarkan yang bakal mendampinginya Hj Niken Larasati (anggota DPRD Kabupaten Kendal), atau mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kendal Bambang Dwiyono yang pernah mengikuti uji kelayakan di kandang Banteng bersama Mirna.

Dengan demikian, sudah ada 2 pasangan calon yang resmi dipastikan maju dalam Pilkada Bupati Kendal 2020. yakni pasangan Dico-Basuki (Golkar dan Demokrat) dan Tino-Mustamsikin (PDIP dan PPP). Adu kuat di bakal calon Bupati Kendal bakalan terjadi jika PKB harus berkoalisi dengan Gerindra. Lalu bagaimana nasib Mirna Annisa yang digadang sebagai calon petahana? (arh)