Pangdam III Siliwangi : Perusahaan Bandel Buang Limbah Boleh Dicor

oleh
Pangdam III Siliwangi : Perusahaan Bandel Buang Limbah Boleh Dicor
Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto saat meninjau lokasi penyemaian bibit pohon di Posko Sektor 21 Satgas Citarum, Kampung Cimenteng, Kelurahan Cipageran, Kota Cimahi, Rabu (17/6/2020).

CIMAHI, sorotnusantara.com,- Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto tegas menyatakan bahwa perusahaan yang bandel buang limbah boleh dicor (lokalisir).

Pernyataan tersebut disampaikannya dihadapan Walikota Cimahi dan para Dansektor serta pejabat utama Kodam III/Siliwangi saat kunjungannya ke Posko Satgas Citarum Sektor 21 di Taman Kehati, Kampung Cimenteng, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, Rabu (17/6/2020).

“Disampaikan tadi oleh Pak Walikota, bahwa Cimahi ini kota kecil tapi banyak juga perusahaan yang bandel buang limbah ke sungai sehingga ikan di sungai pada mati,” ujar Pangdam.

Nah, makanya ada Dansektor disini, mereka akan mengawasi. Kalau ada perusahaan yang bandel, akan ditegur. Bila ditegur tidak mempan, boleh dicor (lokalisir lubang pembuangan IPAL),” tegasnya.

Menurut Pangdam III/Siliwangi, kegiatan lokalisir tersebut sudah dikonsultasikan dengan berbagai pihak.

“Saya sudah konsultasikan antara lain dengan Pak Eki (Dr Eki Baihaki-Citarum Institute .red) dan Ibu Dini (Dr Dini Herniati-Presiden APDHI .red) apakah pengecoran itu menyalahi, dijawab katanya tidak, tidak menyalahi karena kita diberi wewenang untuk melokalisir (penutupan sumber pencemaran),” terangnya.

Namun demikian, dilanjutkan oleh Pangdam, bahwa ia sejauh ini sudah jarang mendapat laporan perusahaan yang masih membandel buang limbah.

“Akhir-akhir ini sudah jarang saya dengar (perusahaan buang limbah), mudah-mudahan dengan sosialisasi yang dilaksanakan bisa diterima dengan baik oleh warga maupun owner-owner perusahaan. Mereka menyadari bahwa limbah yang diolah dan dibuang ke sungai harus sudah bersih. Mereka wajib memiliki IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) untuk memfilter saringan sampai bersih, lalu dibuang ke sungai, sehingga ikan-ikan bisa hidup,” urai Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto.

“Jadi, keberlanjutan Citarum Harum harus tetap kita laksanakan,” tambahnya.

Lebih jauh dibeberkan oleh Pangdam, “Program Citarum Harum menurut Perpres No.15 tahun 2018, targetnya tujuh tahun, dari 2018 hingga 2024. Target 7 tahun itu mengembalikan lagi Citarum menjadi bersih. Diberbagai diskusi disebutkan, Sungai Citarum merupakan urat nadi Jawa Barat. Citarum yang dulunya mungkin lebar, sekarang tinggal kecil karena sedimentasi yang berkumpul disitu dan kita tidak disiplin menjaga lingkungan,” bebernya.

“Saya selaku Pangdam III/Siliwangi, mendapat tugas di Citarum Harum di bidang ekosistem. Kita bertanggungjawab kepada pimpinan, Dansatgas-nya Gubernur Jawa Barat yang bertanggungjawab kepada Presiden,” terangnya lagi.

Terakhir sambutannya dipesankan oleh Pangdam III/Siliwangi, “Mari kita semuanya sama-sama, baik TNI, Polri, PNS maupun masyarakat, kita menjaga lingkungan agar anak cucu kita bisa menikmati alam yang ada di Indonesia ini. Anak cucu kita bisa menikmati, bisa bahagia, bisa happy, bisa bermain-main di sungai dengan senang dan tidak takut keracunan dan lain sebagainya,” pesan Pangdam.

“Mari kita sama-sama mengawasi, mudah-mudahan para pemilik perusahaan juga mengerti dan memahami, kepentingan kita bersama ini bisa terwujud,” pungkas Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto.

Terpisah, Walikota Cimahi Ajay M. Priatna, menjelaskan bahwa pihaknya akan senantiasa bersama Dansektor 21 untuk melaksanakan sosialisasi dan edukasi kepada perusahaan-perusahaan yang berada di wilayahnya terkait limbah cair.

“Kami, DLH Kota Cimahi, bersama Dansektor 21 akan terus mengedukasi dan mengawasi perusahaan supaya membuang hasil olahan limbah sebagaimana mestinya. Alhamdulillah, saat ini kondisinya sudah banyak kemajuan, kita tidak menjadi salasatu kontributor Sungai Citarum menjadi hitam,” kata Walikota Cimahi, Ajay M. Priatna.

Kesempatan sebelumnya, Deputi IV Kemenko Kemaritiman, Safri Burhanudin saat kunjungannya ke IPAL Komunal MCAB Dayeuhkolot pada tanggal 14 Juli 2028 silam, pernah menyebutkan bahwa rangkaian revitalisasi Sungai Citarum adalah menetralisir dari cemaran kimia.

“Rangkaian untuk merevitalisasi Sungai Citarum ini adalah stop limbah yang masuk ke Citarum. Setelah itu baru menetralisir kimia termasuk pemilihan tanaman yang cocok untuk membantu proses tersebut,” terangnya.

Upaya selanjutnya usai tidak ada lagi limbah yang masuk ke DAS Citarum, adalah melakukan kegiatan pengerukan.

[St]