Panafil Bantu Akses Jalan Untuk Kegiatan Pengerukan Sungai Citepus

by
Panasia Bantu Akses Jalan Untuk Pengerukan Sungai Citepus

KAB. BANDUNG,- PT Panafil, Jl. Cisirung, Kecamatan Dayeuhkolot, bantu Program Citarum Harum dengan membuka akses jalan sementara untuk bisa dilalui alat berat dan truk pada kegiatan pengerukan dan pengangkatan sedimentasi Sungai Citepus.

Hal ini tampak saat alat berat backhoe berupaya membuat jalan melalui benteng belakang area pabrik, Senin (8/7/2019).

Panasia Bantu Akses Jalan Untuk Pengerukan Sungai Citepus

Pembuatan akses jalan ini pun dikerjakan secara hati-hati agar tidak merusak atau mengganggu pipa dan kabel milik perusahaan yang tertanam atau melintang diantara jalur yang sedang dibuat.

Dansektor 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat melalui Dansubsektor 21-06/Citepus Peltu Edy Purwanto, pihaknya berterimakasih atas bantuan akses jalan oleh PT Panafil juga warga, sehingga kerjasama dalam pekerjaan normalisasi Sungai Citepus bisa dilaksanakan lebih lancar.

Sebelumnya, jajaran Satgas dibantu oleh masyarakat, sedikit mengalami hambatan untuk bisa melakukan pengangkatan sedimentasi, dikarenakan jalan inspeksi atau jalan masyarakat yang berada di samping sungai hanya bisa leluasa dilalui oleh kendaraan dengan kapasitas sedikit karena terbatas hanya sampai di wilayah RW 08 Kelurahan Pasawahan.

“Saat ini kita fokus untuk membuka akses melalui PT Panafil, meski itu pun ada kendala, ternyata jalan yang dibuka itu memerlukan pekerjaan yang lumayan agak berat, karena agak curam dan ada aliran-aliran air yang tidak terprediksi sebelumnya. Untuk itu, kita bekerjasama dengan Dansubsektor 21-08 Ciranjeng yang secara teknis memahami masalah tersebut dan Bapak Iyus yang mendukung alat berat,” jelas Dansubsektor 21-06 Peltu Edy Purwanto.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Edy, “Kita sudah survei secara teknis, bila menggunakan jalan masyarakat, kendaraan hanya bisa sampai di RW 08, untuk sampai ke bagian lebih ke belakang terkendala akses jalan yang sangat kecil dan berkelok, di Bojongsuren dan Bojongsereh, sehingga dibuat akses melalui PT Panafil,” terangnya.

“Mudah-mudahan kegiatan yang bertujuan untuk membantu masyarakat ini diberi kelancaran, dan ucapan terimakasih kepada rekan-rekan satgas khususnya Subsektor 21-06 yang senantiasa berjuang untuk kegiatan normalisasi Sungai Citepus ini,” pungkasnya.

Dansubsektor 21-06 Peltu Edy Purwanto menunjukan kondisi sedimentasi di badan Sungai Citepus, (8/7/2019).

Diwawancara terpisah, Ketua RW 08 Sekeandur, Dudi, menyebutkan, “Sungai Citepus di wilayah ini merupakan sungai buatan, awalnya dahulu berkelok dan sekarang dibuat menjadi langsung menuju Citarum. Dibangun sekitar tahun 1990-an, dan setahu saya sampai sekarang belum pernah dilakukan pengerukan,” jelasnya.

“Ya, tentunya kami apresiasi langkah yang diambil oleh Satgas untuk pengerukan sedimentasi ini, mudah-mudahan kedepannya akan mengurangi luapan air sungai ke pemukiman warga kala musim hujan nanti,” harapnya.

Rencananya, sedimentasi yang akan dikeruk sedalam kurang lebih 3 meter dengan panjang sedikitnya 2 kilometer.(St)