Paket Sembako YPI Nasima Semarang, Tegaskan Empati Dalam Karakter Pendidikan

oleh
Foto : Wakil Ketua YPI Nasima H Ilyas Jauhari saat diwawancarai awak media. [arh]

SorotNusantara.com , Semarang – Pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 sudah melanda hampir tiga bulan. Selama itu pula banyak masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebab, wabah tersebut ternyata tak hanya berdampak pada sektor kesehatan saja, tetapi juga sektor ekonomi dan sosial.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nasima Semarang, H. Ilyas Jauhari saat mendistribusikan bantuan kepada warga yang terdampak pandemi Corona, Selasa (16/6/2020) pagi.

“Total ada 300 paket sembako,” kata Ilyas dalam jumpa pers di halaman SD Nasima, Jalan Puspanjolo Selatan, Bojongsalaman, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Ilyas Johari menyebut pembagian paket sembako ini merupakan kali ketiga. Sebelumnya sudah dilakukan pada saat bulan Ramadan dan sebelum Ramadan.

Lanjutnya, civitas akademika dan orang tua peserta didik Sekolah Nasima merasa tergerak untuk turut berperan meringankan beban mereka. Pada sisi pendidikan, ia menegaskan pemberian bantuan sebagai salah satu karakter yang selama ini dikembangkan di Sekolah Nasima, yakni rasa empati.

“Ini adalah bentuk kepedulian Sekolah Nasima. Bukan karena berlebih, tetapi karena kita sama-sama merasakan bagaimana penderitaan atau kesehihan yang dialami masyarakat saat ini,” tandasnya.

Berangkat dari halaman SD Nasima, rombongan mobil pembawa bantuan mengirimkan paket sembako ke sasaran program yang ada di daerah Puspanjolo (sekitar SD Nasima), Mugassari (sekitar SMP Nasima) dan Tawangsari (sekitar SMA Nasima). Disebut diantaranya juga menyasar para marbot masjid yang ada di sekitar Sekolah Nasima.

“Kami sengaja tidak mengundang mereka ke sini (sekolahan) seperti biasanya. Tapi kali ini kami datangi satu persatu masyarakat yang akan kami bantu,” tegas Ilyas.

Foto : Wakil Ketua YPI Nasima H Ilyas Jauhari saat diwawancarai awak media. [arh]
Pandemi yang melumpuhkan sendi perekonomian warga ini Ilyas harapkan segera berakhir. Ia juga berharap pemberian bantuan yang mungkin nilainya tak seberapa itu bisa meringankan beban keluarga penerima manfaat. “Semoga, bantuan kita ini bisa sedikit meringankan beban keluarga terdampak,” tutupnya.

Dengan kondisi saat ini, para pedagang yang ada di sekitar sekolah sangat merasakan dampaknya dari sisi pendapatan. Biasanya, para pedagang warungan yang ada di sekitar sekolah bisa meraup keuntungan lantaran banyaknya antrian penjemput siswa, juga tukang ojek online yang menanti orderan sesaat sebelum waktu pulang sekolah.

Bangun Nuwiyanto, Ketua RT 5 RW 3 Kelurahan Bojongsalaman yang mendampingi penyaluran bantuan kepada warga mengatakan target penerima bantuan YPI Nasima.

“Ada sekitar 16 warga dengan kriteria yang langsung terdampak Corona seperti pendapatannya berkurang, dan kehilangan pekerjaan,” pungkasnya.

Sebagai tambahan informasi, YPI Nasima merupakan lembaga pendidikan sejak berdirinya menganut sistem full day school dengan Ketua Pembina Yayasan KH Hanief Ismail, Rais Syuriah PCNU Kota Semarang saat ini. Nama Nasima berasal dari nilai yang terkandung dalam ajaran keNUan, Nasionalis dan Agama. Manifestasi hal itu juga terdapat dalam simbol warna merah putih dalam desain bangunan, sehingga sekolah Nasima juga dikenal orang dengan sebutan Sekolah Merah Putih.

Selain itu, YPI Nasima tak hanya menyelenggarakan KB, PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA saja. Namun lebih dari itu, telah mengembangkan pendidikan di bidang keagamaan dengan mendirikan pesantren yang bernama Pondok Pesantren Raudlatul Qur’an An Nasimiyah. Pesantren yang terletak di belakang SD Nasima tersebut merupakan pesantren khusus santri putra yang mulai menerima santri sekitar 10 tahun lalu. (arh)