,

NU Melawi Sambut Harlah ke-95 dengan Ruqyah Aswaja Massal dan Galang Donasi Bencana

oleh
Praktisi ruqyah JRA saat membacakan ayat-ayat ruqyah dalam Ruqyah Massal NU Melawi (dok)

SOROTNUSANTARA.COM , Melawi – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Melawi menyambut hari lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-95 dengan berbagai kegiatan, di antaranya dengan Ruqyah Aswaja Massal dan penggalangan donasi bagi korban bencana alam yang terjadi di Mamuju Sulawesi Barat, Sumedang Jawa Barat, Tanah Laut Kalimantan Selatan dan Bengkayang serta Landak Kalimantan Barat.

Ruqyah massal yang digelar untuk pertama kalinya mendapat sambutan baik dari masyarakat. Hal ini terbukti dari target semula bakal diikuti 50 orang, namun panitia mendapat 127 orang peserta. Oleh karena itu, demi mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi, panitia harus membagi kegiatan menjadi dua sesi, yakni pagi dan sore.

“Melihat antusias masyarakat yang ingin mengikuti kegiatan ruqyah aswaja dan demi tetap menjaga protokol kesehatan di masa pandemi, maka panitia harus membagi sesi kegiatan ruqyah menjadi, yakni sesi pagi dimulai dari jam sembilan sampai sebelas WIB dan sesi kedua dari jam satu sampai jam tiga sore WIB,” kata Ketua Panitia Ruqyah, Ustadz Nurcholis, Rabu (20/1/2021).

Ketua JRA Melawi ini melanjutkan, dalam kegiatan Ruqyah Aswaja perdana tersebut, panitia juga mendatangkan praktisi Ruqyah Aswaja dari JRA Kabupaten Sintang atau yang lebih dikenal dengan JRA Tim Wali Songo yang dipimpin Kiai Ahmad Shohib.

“Ini bagian dari misi JRA, di antaranya adalah mendakwahkan Al-Qur’an sebagai syifa atau obat yang bisa menyembuhkan segala penyakit, baik medis maupun non-medis. Dan dalam kesempatan ini, praktisi JRA juga memberikan sosialisasi agar masyarakat bisa meruqyah dirinya sendiri dan mengajari jamaah atau pasien terkait cara meruqyah mandiri. Karena hal itu dapat mempercepat proses kesembuhan pasien,” terangnya.

Suksesnya kegiatan tersebut ditanggapi Ketua PCNU Melawi, H Aan Subakir dengan antusias pula. Ia pun mengapresiasi kerjasama apik antara dua tim peruqyah tersebut. “Selama ini istilah yang populer pengobatan syar’i atau yang lebih kita kenal dengan metode ruqyah. Ini kan lebih identik dan sering dipopulerkan oleh saudara kita salafy,” ujarnya.

Oleh karena itu, Aan Subakir berharap adanya kegiatan tersebut membuat masyarakat, terutama dari kalangan Nahdliyin (warga NU) Melawi jadi tahu bahwa NU juga punya metode pengobatan syar’i melalui ayat-ayat Alquran yang dinamakan metode Ruqyah Aswaja.

“Semoga melalui kegiatan ini masyarakat dan Nahdliyin jadi paham, bahwa NU juga punya pengobatan syar’i yang bernama Ruqyah Aswaja, sehingga hal itu semakin menarik simpati masyarakat untuk mengenal NU,” tuturnya.

Posko NU Melawi Peduli (dok)

Donasi Bencana
Sementara Ketua Satgas NU Melawi Peduli Bencana Wahib Ubaidillah mengatakan, sasaran penggalangan dana diikuti oleh berbagai elemen kepemudaan NU seperti Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU). Selain itu, target penggalangan dibagi menjadi dua, yakni masyarakat umum dan lembaga pendidikan.

“Untuk sasaran masyarakat umum melalui penggalangan dana di lampu merah dan di lembaga pendidikan melalui surat dan proposal resmi,” ungkapnya.

Wakil Ketua Pimpinan Cabang (PC) GP Ansor Melawi ini melanjutkan, pihaknya juga telah menyiapkan rekening donasi BSM : 7135996682 atasnama LAZISNU Melawi. Rekening tersebut, katanya secara khusus diminta GP Ansor Melawi untuk mendukung donatur yang ingin membantu meringankan beban para korban bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia.

Salah satu koordinator Aksi Peduli Bencana Nety Nurhayati menambahkan, untuk mengoptimalkan aksi sosial tersebut dibagi menjadi dua, yakni pagi dan sore. Pagi dilakukan kader PMII dan Ansor bersama Barisan Ansor Serbaguna (Banser), sedangkam IPNU dan IPPNU bertugas sore hari..

“Dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan kepada Satgas NU Melawi Peduli Bencana untuk kemudian didistribusikan ke wilayah yang terkena bencana alam. Semoga kegiatan ini memberikan hasil yang layak agar segera bisa membantu meringankan korban yang terdampak bencana,” harapnya.

Ketua IPPNU Melawi, Isna Martaliya menambahkan, dirinya sengaja melibatkan organisasinya untuk membentuk karakter pelajar NU yang peka terhadap kondisi masyarakat. “Juga sebagai momen bagi kami, pelajar NU untuk memperlihatkan dan mengekspresikan bagaimana kiprah dan khidmah NU di tengah masyarakat,” tandasnya. (sukarno/arh)