Nikmati Konser Sabyan, Fans Terganggu Aktifitas Politik

by -283 views
Aliansi Millenial Jateng saat mendeklarasikan dukungan politik pada Paslon Capres-Cawapres 02 Prabowo-Sandi.

SorotNusantara.com , Semarang – Konser grup band religi Sabyan Gambus yang digelar di Ballroom UTC, Jalan Kelud Raya 2, Gajahmungkur, Kota Semarang, Rabu (13/3/2019) petang tetap dinikmati para pecintanya. Hal ini tampaknya tak memberikan dampak bagi Aliansi Millennial Jateng yang bermaksud mengarahkan dukungan politik pada Paslon Capres tertentu.

Tampak rombongan keluarga, ibu ibu, muda-mudi berduyung-duyung memasuki lokasi konser dengan tertib memilih tempat duduk di sisi kiri dan kanan, ada pula yang lebih suka memilih duduk di karpet depan panggung. Dengan khidmat para hadirin mendengarkan lantunan ayat suci Alquran sebagai pembuka, sambutan mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Hj. Rustriningsih dan deklarasi Aliansi Millennial Jateng secara berurutan ditutup dengan tampilnya Nisa Sabyan.

Properti didesain sedemikian rupa, dan semenarik mungkin, khas ala millennial. Namun, harapan tersebut rupanya tak diamini para fans Sabyan Gambus yang hanya mau menikmati musik tanpa menghiraukan aktifitas politik.

Naumy, gadis manis asal Candisari Semarang ini dengan sabar menantikan tampilnya Sang Idola. Ia tak begitu menghiraukan acara tersebut sejatinya merupakan deklarasi. Baginya, datang ke lokasi tersebut hanya untuk mendengarkan Nisa Sabyan bersalawat. “Saya datang berempat ke sini untuk menikmati suara Nisa Sabyan bersalawat,” ujarnya.

Pada mulanya, ia tak mengetahui konser tersebut merupakan acara politik. “Dapat info dari temen, konser Nisa Sabyan di UTC gratis,” katanya, “Ya sempet kaget juga sih awalnya, baru nyampe lantai dua sudah dikasih stiker Caleg,” imbuhnya.

“Kita berpikir positif aja sih,” kata Efel Daellana menimpali, “Kita pikir itu lain acara. Kan konsernya ada di lantai atasnya. Nah, pas ngeliat depan pintu masuk baru ngeh kalau sebenarnya ini politik,” urainya sambil tersenyum.

Serupa dengan Naumy dan Efel, Bella Okta yang berada ditengah konser merasa risih dengan aktifitas politik. Menurutnya, musik religi tidak tepat untuk acara politik. “Agak risih juga sih ngeliatnya,” kata Bella. Dara asal Gajahmada Semarang ini mengaku tidak nyaman dengan poster yang dibawa berlarian mengitari ruangan konser tersebut. “Masak ada yang berlarian bawa spanduk Capres muteri penonton. Ya gak nyamanlah,” akunya.

Konser diawali dengan sambutan dari Rustriningsih, mantan Wakil Gubernur semasa Bibit Waluyo menjadi orang nomor satu di Jateng, yang kemudian dilanjutkan dengan deklarasi millennial. Tampak para peserta dengan sabar menanti konser tersebut. Tampaknya, para fans hanya mau terfokus pada musik dan salawat sehingga tak banyak tepuk tangan peserta menyambut deklarasi tersebut.

Ketua Umum Aliansi Millennial Jateng, Helda Alvi menepis kegiatan tersebut politik. Menurutnya, gelaran konser Nisa Sabyan ini murni konser millennial, penggagasnya dari kaum millenial dan pesertanya juga kaum millennial, tidak ada unsur politik manapun. Dia menegaskan, tim millennial Jateng yang mengikuti konser tersebut datang dari berbagai kelompok, ada dari Millennial Anti Pencitraan (MAP), Gerakan Muda Indonesia (GMI), Millennial Terhadap Prabowo-Sandi (Mantap) dan lain sebagainya.

Kendati demikian, Alvi mengungkapkan, meski penyelenggaranya bukan dari Parpol tertentu. Dirinya juga tidak menampik bahwa konser Nisa Sabyan ini untuk mengenalkan Pasangan Prabowo-Sandi kepada kaum millennial. “Di Jateng ini memang anak-anak muda masih apatis terhadap politik. Makanya, kami (Tim Millennial Jateng) akan terus melakukan even-even yang menyasar kaum millennial. Dalam waktu dekat ini, kita akan buat even 2000 Obor di Nglimut Gonoharjo Kendal,” ungkapnya.

Menggelar konser di gedung besar namun tak penuh, dirinya berani mengklaim dihadiri 3000 orang. “Hari ini kumpul sekitar 3000 kaum Milenial. Mereka dari berbagai kelompok komunitas atau hobi tertentu, ada dari hobinya bola, selfi, naik gunung dan lainnya,” ucapnya.

Suasana dalam Gedung UTC tak dipenuhi penonton meski Konser Nisa Sabyan belum selesai.

Sementara, Ketua Bawaslu Kota Semarang, M. Amin saat dimintai keterangannya mengatakan acara tersebut murni kegiatan politik. “Soalnya pengajuannya sudah ada logo Paslon 02, tapi kami preventif terkait jumlah, karena kategori tingkat kota 1000 orang, kalau provinsi 2000 orang dan tingkat pusat 3000,” ujarnya.

Diterangkan, Amin telah bertemu dengan pihak panitia terkait aturan-aturan yang mesti dipatuhi dalam kampanye. Karena itu, ia melakukan berbagai tindakan preventif dari kepesertaan, konten positif, dilarang menyebarkan hoax, ujaran kebencian, politik uang dan sebagainya. (arh)