,

Nasib Mbah Kung Viral, Dua Kali Diurus TPD

oleh
Hamid Hendrawan saat dirawat di RSUP dr Kariyadi Semarang. [ft.doc]

SorotNusantara.com , Semarang – Seorang kakek viral lantaran videonya membuat iri laki-laki, khususnya kaum jomblo. Bagaimana tidak? Namanya banyak muncul di akun youtube dengan sebutan Mbah Kung atau Kakek Sugiyono Indonesia.

Dialah Hamid Hendrawan, pria asal Kedungcino RT.03/RW.01 Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara Jawa Tengah yang viral karena videonya yang tersebar saat bersenang-senang dengan perempuan, bahkan ABG usia SMA.

Menurut Koordinator Tim Penjangkauan Dinas Sosial (TPD) Kota Semarang Dwi Supratiwi, pria kelahiran Jepara tersebut terlantar di Jl. Taman Beringin Indah RT.04/RW.06, Beringin, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. “Statusnya Orang terlantar,” kata Dwi Supratiwi saat dimintai keterangan, Kamis (14/5/2020).

Dijelaskan, mulanya TPD menindaklanjuti laporan dari Rumah Sakit Tlogorejo tentang pasien yang terlantar dan harus dirawat di ICU, “Dia mengaku punya keluarga di Semarang,” ujarnya.

Informasi tersebut segera ditelusuri oleh TPD segera dan diperoleh keterangan dari Ketua RT.04/RW. 06 yang bernama Zaenal bahwa Hamid memiliki anak perempuan bernama Faradisa.

“Sempat tinggal di situ namun ternyata rumahnya sudah dijual, dan menurut pengakuan anaknya, Ibu Faradisa dan keluarga menolak untuk ditemui dikarenakan sudah tersakiti oleh Pak Hamid yang suka berfoya-foya dengan perempuan-perempuan nakal dan membuat ibunya sakit sampai meninggal dunia,” ungkapnya.

Terkait kasus tersebut, Tiwi (sapaan akrab Dwi Supratiwi) mengatakan petugas yang mendampingi kasus tersebut Eny Erwaningsih dan Yusron, “Pelaku asesmen Bu Eny dan Pak Yusron,” jelasnya.

Hamid Hendrawan saat dirawat di RSUP dr Kariyadi Semarang. [ft.doc]
Pindah RS
Selang beberapa hari, Mbah Kung tidak ada kabar dari rumah sakit tempatnya dirawat. Tanpa diketahui bagaimana mulanya, TPD kembali berurusan dengan Mbah Kung di RS Elizabeh.

Kali ini Yoyok Budi Nur Cahyo alias Yoyok dan Tri Budi yang melakukan asesmen (pendataan,red) karena adanya laporan Divisi Humas RS Elizsbeth yang bernama Proborini.

Masih kata Tiwi, Dinas Sosial Kota Semarang menerima ada laporan orang tanpa identitss yang dirawat di RS.Elizabeth dan meminta TPD untuk segera melakukan penjangkauan.

“Dari asesmen tim diperoleh keterangan bahwa kelayan (istilah penerima manfaat Dinsos,red) masuk ke RS Elizabeth pada tanggal 12 April 2020 jam dua malam (02.47 WIB),” terangnya.

Ia melanjutkan, menurut info dari dr. Edwina, kelayan datang ke Rumah sakit sendirian, kemudian kelayan diantar salah satu petugas ke IGD untuk diperiksa karena terindikasi ada sesak nafas, “Kelayan disuruh rawat inap sampai kami datang,” jelasnya.

Kelayan masih berada dalam perawatan intensif pihak rumah sakit karena pihak rumah tidak berani mengeluarkan begitu saja sampai keadaannya benar benar sehat dan harus menjalani perawatan di ruang isolasi ODP, “Setelah tim kami melihat ternyata Mbah Kung lagi,” pungkasnya. (arh).